Setelah sempat ragu, ia akhirnya setuju. Saat pria berusia 39 tahun itu tersadar dari operasi di rumah sakit Gregorio Maranon di Madrid, di hari yang sama pada pertengahan Maret, ia memiliki jantung yang sehat dan juga anak laki-laki yang sehat.
"Samuel datang membawa jantung untuk ayahnya," demikian pihak rumah sakit mengutip istri Salvador, Ana, tentang bayi mereka.
Rumah sakit mengatakan telah menunggu untuk memastikan pasien beradaptasi secara baik dengan jantung baru tersebut dan bayi mereka baik-baik saja sebelum mengumumkan transplantasi berhasil dilakukan.
Dokter ahli bedah jantung Ruiz Fernandez menuturkan bahwa transplantasi telah menyelamatkan nyawa Salvador, saat kondisinya, penebalan otot jantung yang dikenal sebagai penyakit jantung hipertrofik, kian memburuk: "Ia terlahir kembali pada hari itu bersama putranya. Mereka pastinya akan selalu ingat hari tersebut."
Sumber: Reuters
Pewarta: Asri Mayang SariEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026