Kabupaten Banjar Kalsel (ANTARA) - Warga masyarakat pedalaman Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), perlu mendapatkan perhatian kesehatan dan pembangunan lainnya seperti bidang pendidikan serta infrastruktur berupa jalan. 

Anggota DPRD Kalsel Habib Umar Hasan Alie Bahasyim mengemukakan itu, Kamis, sesudah melakukan kunjungan lapangan ke Desa Remo,  Kecamatan Paramasan, yang merupakan daerah pedalaman Kabupaten Banjar baru-baru ini. 

Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar itu mengaku prihatin melihat warga masyarakat serta infrastruktur di Kecamatan Paramasan yang berbatasan dengan Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tersebut. 

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalsel itu mengungkapkan bahwa warga masyarakat pedalaman tersebut cukup sulit untuk mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan, 

Baca juga: Bupati berpesan warga Paramasan pererat persatuan

Begitu juga kondisi jalan yang masih berupa tanah, kala musim penghujan warga masyarakat sulit melewati. "Karenanya perlu perhatian pemerintah guna kelancaran serta kenyamanan transportasi warga pedalaman itu khususnya," ujar wakil rakyat yang terkenal "vokal" dalam membela dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. 

Habib Umar menyatakan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat pedalaman tersebut sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. "Minimal mengomunikasikan dengan sesama anggota DPRD serta instansi terkait," kata Habib Umar. 

Ia menekankan lagi di Kecamatan Paramasan itu ada empat desa perlu perhatikan kesehatan, pendidikan serta pembangunan lain seperti perbaikan jalan. 

Baca juga: Gubernur dan bupati resmikan tiga fasum di Paramasan

Kondisi jalan pedalaman Kabupaten Banjar atau di Kecamatan Paramasan, sebagaimana info Anggota DPRD Kalsel Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, Kamis (23/5/2026). (ANTARA/HO Dokumen Pribadi)


"Mereka warga pedalaman tersebut meminta keadilan, terutama pada daerah yang susah terjangkau," demikian Habib Umar Hasan Alie Bahasyim.



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026