dua kotak yang berisikan granat dan peluru bersilinder 12,7 mm yang diketahui
sebagai peluru anti serangan udara.
Kepala Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin, AKP Nazamuddin B
di Banjarmasin, Senin (23/5) membenarkan, bahwa pihaknya saat ini sedang menangani
kasus penemuan dua kotak yang berisikan granat dan peluru anti serangan udara.
Dua kotak berisikan granat dan peluru itu ditemukan oleh empat orang pencari besi bekas saat menyelam di dalam Sungai Barito perairan Bromo di wilayah Kota Banjarmasin.
Satu kotak pertama berisikan granat ditemukan pukul 11.00 wita dan kotak kedua berisikan peluru ditemukan pada pukul 14.00 wita.
Keempat orang pencari besi bekas spesialis penyelam bawah air itu Agus (27) warga Desa Tinggiran Luar Kecamatan Tamban Kabupaten Batola Kalsel, Taufik (30) warga Kuin Utara Gang Pangeran Rt 1 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, Hambali (38) warga Alalak Selatan Rt 2 Kecamatan Banjarmasin Utara Kalsel, Marlan (29) warga Kuin Selatan Rt 10 Banjarmasin Utara Kalsel.
"Kami membenarkan bahwa keempat pemulung pencari besi bekas dengan cara menyelam disungai Barito itu telah menemukan dua kotak kayu yang berisikan granat dan peluru dan sekarang sedang dilakukan penyidikan," ucapnya.
Nazamuddin juga menuturkan, untuk jumlah granat dan peluru yang berada dikotak kayu yang berbeda itu diantaranya satu kotak granat berisikan 40 granat dan satu kotak lagi berisikan sekitar lebih kurang 100 biji peluru.
Untuk selanjutnya karena ini berkaitan dengan bahan peledak maka pihak kepolisian setempat memanggil Satuan Brimob Polda Kalsel unit Gegana untuk melakukan pengecekan guna memastikan apakah granat dan peluru tersebut masih aktif atau tidak.
Sementara itu terang Kasat Pol Air Polresta Banjarmasin, untuk
memastikan 40 granat dan 100 peluru anti serangan udara itu masih aktif atau
tidak masih dilakukan penyidikan oleh pihak Unit Gegana Brimob Polda Kalsel dan
sekarang tinggal menunggu hasilnya.
Tambahnya, sedangkan untuk keempat orang pemulung besi bekas didalam
sungai dengan cara menyelam itu saat ini pemeriksaannya sedang ditangani oleh
pihak Satuan Polisi Perairan Polresta Banjarmasin untuk dimintai keterangan
seputar penemuan bahan peledak yang diduga sudah puluhan tahun didalam sungai
tersebut.
"Dua kotak itu berisikan 40 granat dan 100 butir peluru, penanganan
apakah bahan peledak tersebut masih aktif atau tidak diserahkan ke pihak Unit
Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel, sedang pihak Satuan Polisi Perairan hanya
melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pemulung yang menemukan pertama kali
bahan peledak itu," terangnya.
Lanjut Nazam sapaan akrab Kasat Pol Air Polresta Banjarmasin, kasus
penemuan 40 granat dan 100 butir peluru itu sekarang ditangani oleh pihak Satuan
Polisi Perairan Polresta Banjarmasin dan sekarang dalam tahap penyidikan,
jelasnya./gun*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.