Banjarmasin,  (AntaranewsKalsel) - Ketua komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan Muharram mengharapkan, dua plasma nuftah di provinsi tersebut terus berkembang.

"Kedua plasma nuftah itu yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat yaitu kerbau rawa dan itik Alabio," ujarnya menjawab Antara Kalsel, di Banjarmasin, Senin.

Kerbau rawa yang oleh urang daerah hulu sungai Kalsel disebut "hadangan kalang" dan itik Alabio berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), provinsi tersebut.

Mengenai konsultasi komisi II DPRD Kalsel ke Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian Januari lalu, ia menerangkan, antara lain untuk meminta pendampingan pemerintah pusat dalam melestarikan dan pengembangan dua plasma nuftah di provinsi tersebut.

"Alhamdulillah, ketika kami konsultasi ke DItjen Peternakan beberapa waktu lalu, mereka menanggapi positif," tutur Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kalsel itu.

Bahkan, lanjut Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalsel itu, melalui Ditjen Peternakan, pemerintah pusat berjanji belakukan pendampingan pendanaan hingga dua - tiga tahun ke depan.

Sebagai contoh pemerintah pusat bermaksud memasukan dana pendampingan pada Anggan Pendapatan dan Belaja Negara (APBN) Perubahab 2015, lanjutnya tanpa menyebut nilai anggaran bantuan tersebut.

Permohonan agar pemerintah pusat membantu pendampingan terhadap pengembangan kerbau rawa dan itik Alabio, menurut dia, cukup beralasan, karena sebagai salah satu upaya mempertahankan swasembada daging.

"Terlebih lagi kalau dikaitkan dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang mau berkedaulan pangan. Karena kedaulatan pangan tersebut juga termasuk kebutuhan terhadap konsumsi daging, demikian Muharram,

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kalsel Sabri Madhani mengatakan, provinsi yang terdisi 13 kabupaten/kota tersebut sudah swasemabasa daging.

"Bahkan, kita Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa, juga surplus daging mencapai 3.000 ton," ujar mantan Kepala Disnak Kotabaru, kabupaten paling timur provinsi tersebut.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026