Harga gabah kering panen (GKP) pada Januari 2015 tersebut naik 6,52 persen bila dibandingkan dengan Desember 2014 yang hanya Rp5.541,66/Kg, ungkapnya di Banjarmasin, Senin.
"Kenaikan harga gabah rata-rata kualitas pada Januari 2015 secara persentase lebih tinggi dari kenaikan Desember 2014, yang ketika itu naik 5,96 persen dibandingkan November 2014," lanjutnya. Ia memperkirakan naiknya harga gabah kualitas GKP di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut, mungkin karena sudah lama musim panen, dan seiring tibanya musim penghujan sehingga sulit menjenur padi.
Selain itu, karena tingkat produktivitas padi pada beberapa sentra pertanian di Kalsel yang kurang menggembirakan atau mengalami penurunan," ujarnya.
Pada Desember 2014 harga gabah kualitas GKP di tingkat petani Kalsel Rp5.541,65/Kg menjadi Rp5.903,10/Kg di Januari 2015, tambahnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel - Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.
Sementara harga gabah pada tingkat penggilingan di Kalsel Januari 2015 Rp6.007,39/Kg atau naik 6,39 persen dibandingkan Desember 2014 yang ketika itu Rp5.646,68/Kg. Ia menambahkan, pada tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Siam Rukut senilai Rp7.500/Kg terdapat di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
Sedangkan harga terendah dari gabah kualitas GKP varietas Siam Palas Rp4.200/Kg terdapat di Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin (117 Km utara Banjarmasin). Pantauan harga gabah di Kalsel Januari 2015 berdasarkan komposisi jumlah observasi pada 62 transaksi di sepuluh kabupaten didominasi GKP.
Sepuluh kabupaten yang merupakan produsen gabah di Kalsel itu meliputi Tanah Laut (Tala), Banjar, Barito Kuala (Batola), Tapin, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Selain itu, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kabupaten Balangan.
Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) Januari 2015 di tingkat petani dan penggilingan di Kalsel tidak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya (Juli - Desember 2014) masing-masing Rp3.300/Kg dan Rp3.350/Kg.
Dari HPP Januari 2015 tersebut berarti selisih harga rata-rata di tingkat petani sebesar Rp2.603,10/Kg dan di penggilingan Rp2.657,39/Kg.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.