Warga Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, menggelar demonstrasi terhadap perusahaan gas PT Barito Basin Gas yang siap beroperasi di kecamatan itu, Jumat (20/5).

Aksi yang diikuti puluhan warga itu berlangsung di halaman kantor perusahaan di Desa Sungai Tabuk Keramat dan diisi orasi yang menuntut perusahaan mengabulkan aspirasi warga setempat.

Juru bicara warga, Syahruji mengatakan, aksi yang dilakukan adalah menyampaikan aspirasi warga karena perusahaan dinilai tidak merealisasikan janji-janji yang pernah disampaikan.

"Aksi ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi warga karena selama ini perusahaan tidak merealisasikan apa yang pernah dijanjikan sehingga diharapkan janji itu dipenuhi," ujarnya kepada wartawan di sela aksi.

Menurut dia, ada tiga aspirasi yang diinginkan warga dan diharapkan dipenuhi perusahaan yakni meminta warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang atau perusahaan dipekerjakan.

"Warga mengharapkan apabila perusahaan memerlukan karyawan atau tenaga kerja maka lebih memprioritaskan mereka yang tinggal di sekitar lokasi tambang atau lingkungan perusahaan," ungkapnya.

Aspirasi kedua, warga meminta perusahaan bertanggung jawab atas kebisingan karena suara dan deru mesin yang beroperasi terutama pada malam hari karena cukup mengganggu ketenangan lingkungan sekitarnya.

"Tuntutan ketiga adalah meminta perusahaan memberikan kompensasi atau bantuan kesehatan setiap bulan bagi warga yang terkena dampak kebisingan," ujarnya.

Tuntutan yang disampaikan di sela-sela aksi demo itu diterima perwakilan PT BBG wilayah Kalsel, Wisman tetapi ada yang tidak bisa dikabulkan yakni terkait suara bising akibat operasional mesin di lapangan.

"Suara bising yang keluar dari mesin operasional pengeboran masih di bawah ambang batas sehingga kami belum bisa memenuhi harapan warga yang menginginkan hilangnya suara bising itu," ujar Wisman.

Dia mengatakan, suara bising yang ditimbulkan mesin pengebor dan masih di ambang batas kewajaran itu sudah diteliti lembaga independen yakni tim dari Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Mengenai kompensasi yang diminta warga terkait kebisingan itu, ia mengatakan, pihaknya juga belum bisa mengabulkan karena aktivitas masih dalam tahap eksplorasi bukan eksploitasi.

"Mengingat tahapnya masih eksplorasi bukan eksploitasi sehingga perusahaan belum menganggarkan dana untuk warga sekitar sebagai bentuk kompensasi atas keberadaan perusahaan dan aktivitasnya," ujar dia.

Sedangkan terkait rekrutmen pekerja, perusahaan siap berkoordinasi dengan unsur Muspika dan Pemkab Banjar dalam perekrutan yang rencananya menggunakan komposisi 50 persen warga lokal dan 50 persen orang luar.

"Namun, kepastian operasional pertambangan termasuk rekrutmen pekerja tergantung hasil penelitian apakah tahap eksplorasi bisa ditingkatkan ke tahap eksploitasi," katanya.

Kecamatan Sungai Tabuk yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan rawa merupakan salah satu dari 19 kecamatan di Kabupaten Banjar dan terletak sekitar 30 kilometer dari ibu kota kabupaten, Martapura.

Diperkirakan, kandungan gas Methan di kecamatan itu cukup besar sehingga perusahaan berusaha menjajaki dengan melakukan eksplorasi di sejumlah titik untuk memastikan kandungan gas tersebut./zal*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026