Barang-barang bantuan tersebut dibawa langsung oleh salah seorang prwakilan warga GTB Semarang, asal Banjarmasin, Ahmad Faridi, dan sudah dibagikan ke berbagai lokasi Banjir yang ada di wilayah ini, seperti korban banjir di pinggiran Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Laut.
Menurut Ahmad Faridi di GTB Semarang sendiri oleh warga dibuat Posko atau tim sigap GTB peduli untuk menghimpun sumbangan barang untuk kebutuhan korban banjir Kalsel, tim ini untuk menghimpun sumbangan warga setempat yang kemudian dibawa ke Banjarmasin sejak 27 Januari 2021.
Dari berbagai lokasi pembagian bantuan tersebut, sebagian besar diarahkan ke Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darusalam, Kabupaten Banjar, karena lokasi tersebut agak terpencil jauh dari jangkauan dan dampak banjir cukup parah.
Di Alalak Padang pada bantuan pertama barang yang diserahkan, antara lain 190 bingkisan, ditambah 30 dus mie, beberapa dus popok bayi, pakaian baru pria dan wanita dewasa serta anak-anak, sepatu, makanan berupa roti, sarung, obat-obatan seperti obat gatal, lilin, sinter, serta air mineral.
Walau air melimpah tetapi warga membutuhkan air minum seperti air mineral, karena air yang ada di lokasi susah diminum karena mengandung kadar asam.
"Kita berharap barang ini bisa dibagikan dengan adil tidak ada yang menerima lebih," kata Ahmad Faridi kepada Mahdani pemuda perwalikan desa Alalak Padang.
Pemberian bantuan ini dibagi dua gelombang selain ke Alalak Padang juga ke Desa Sumber Sari kecamatan yang yang sama berjarak sekitar dua jam naik klotok.
Perjalanan ke lokasi yang terpencil ini begitu jauh hampir dua jam jalan darat masuk ke jalan tambang, kemudian satu jam setengah naik klotok hingga sampai ke lokasi tersebut.
Menurut Mahdani, di desa Alalak Padang ada 1600 jiwa, Desa Sumber Sari 110 KK, dan Desa Karya Makmur 99 KK, bantuan sudah pula mengalir antaranya dari bupati banjar, dinas sosial, serta bantuan gubernur, yang disalurkan melalui camat lalu diserahkan ke desa.
Ia berharap banjir ini segera surut karena sudah dialami satu bulan hingga masyarakat cukup sengsara, dan musibah tak akan terulang lagi.
Pewarta: Hasan ZainuddinEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.