"Hujan yang turun dua hari terakhir merupakan pengaruh badai tropis di Filipina, biasanya terjadi selama 3-7 hari, bahkan ada yang sampai 30 hari," kata staf data dan informasi Stasiun Klimatologi Banjarbaru Miftahul Munir di Banjarmasin, Sabtu.
Menurut dia, pengaruh badai tropis atau topan canta di Filipina tersebut membuka peluang pembentukan awan konvergensi di wilayah Kalsel dan sekitarnya sehingga memicu hujan.
Dari data yang tercatat di stasiun klimatologi, kata dia, curah hujan dalam beberapa hari terakhir mencapai 72 milimeter per hari sehingga wajar bila curah hujan tersebut membuat beberapa wilayah pesisir Kalsel banjir.
"50 milimeter per jam saja sudah masuk katagori sangat deras, apalagi sampai 72 mili meter," katanya.
Kendati hujan masih akan terjadi di Kalsel, kata dia, intensitasnya akan menurun atau tidak terlalu deras dibanding pada awal munculnya badai tropis.
Dengan demikian, kata dia, diharapkan banjir besar yang kini merendam Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut berangsur surut, minimal tidak bertambah besar, karena intensitas curah hujan juga semakin menurun.
"Tetapi masyarakat harus tetap waspada dan hati-hati karena tidak menutup kemungkinan hujan lebat masih terjadi," katanya.
Menurut dia, selama 2010 Kalsel berada pada pengaruh lanina atau hujan terjadi sepanjang tahun sehingga biar pun terjadi musim kemarau, namun hujan masih terjadi pada saat itu.
"Saat ini Kalsel mengalami kemarau basah, selain itu sewaktu-waktu badai tropis juga akan kembali terjadi, sehingga masyarakat harus tetap waspada," katanya.
Hujan yang terjadi dalam dua hari terakhir secara berturut-turut menyebabkan sekitar 620 rumah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, terendam banjir setinggi dua meter sejak Jumat (23/7) sore sekitar pukul 15:00 Wita hingga Sabtu (24/7).
"Banjir besar yang melanda Kecamatan Kintap dan Jorong membuat ratusan rumah terendam total hingga atap," kata Kepala Bidang Linmas dan Penanggulangan Bencana Alam Pemkab Tala Tony Permana.
Akibatnya, kata dia, tidak kurang dari seribu warga daerah tersebut terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi atau ke rumah keluarga yang tidak terendam.
Banjir juga terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu. Berdasarkan pendataan Dinas Sosial Tanah Bumbu, jumlah korban banjir sebanyak 1.640 kepala keluarga atau sekitar 5.000 jiwa.
Sejumlah warga yang rumahnya terendam dievakuasi oleh petugas dengan menggunakan perahu karet, perahu ketinting ke gedung serba guna dan masjid di daerah tersebut.
Ketinggian banjir yang merendam rumah warga tersebut mencapai satu meter
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.