Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Bertepatan pergantian tahun pada pukul 23.59 WITA, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akan mematikan sistem pembayaran di semua loket selama 2 hari, yakni, dari tanggal 1-2 Januari 2015.

Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Banjarmasin, Ir H Muslih mengatakan, pengehntian sementara sistem pembayaran bagi pelanggan sementara tersebut dikarenakan pihaknya akan melakukan migrasi sistem pembayaran lama kesistem pembayaran baru.

"Jadi selama dua hari proses migrasi sistem lama kesistem baru itu semua loket pembayaran di PDAM ditutup, termasuk juga di semua tempat loket pembayaran diluar kantor pusat PDAM, juga lewat trasfer ATM," ujarnya, Senin (29/12).

"Pembayaran rekening PDAM akan kembali dibuka pada tanggal 3 Januari 2015, sehingga kita minta maaf atas adanya gangguan ini," ungkapnya.

Pasalnya, kata Muslih, semua data pelanggan PDAM yang jumlahnya hampir mencapai 160 ribu tersebut akan dipindahkan kesistem IT baru yang diyakini lebih canggih.

Dibeberkan Muslih, kalau yang lama PDAM menggunakan platfrom sistem desktop, kini menggunakan sistem Web base, begitu juga dengan sistem penyimpanan database yang dulu menggunakan sistem microsoft SQL selver 2008, kini dialih menggunakan sistem oracle ver.11.g.

Selanjutnya, kata Muslih, PDAM juga mengunakan sistem GIS yang terbaru, yakni, berbasis geospatial (multi user), kalau yang dulu belum terintegrasi (single user). "Demikian juga sistem work flow yang dulunya semi otomatis diganti dengan sistem terintegrasi antar sub modul," paparnya.

Diungkapkan Muslih, semua sistem yang akan dipakai PDAM ini sama halnya dengan yang dipakai para bank-bank. "Jadi standar yang kita pakai sistem IT bank," ucapnya.

Dijelaskan Muslih, bahwa proses untuk pengolahan menuju kemajuan IT di perusahaan milik Pemkot Banjarmasin ini dilakukan hampir dua tahun lamanya.     

Tujuan dilakukan ini, kata Muslih, untuk menyimpan data dan mempermudah pelanggan dalam pembayaran dan mengakses data terkait tagihan serta lainnya.

Bahka, ucap Muslih, sistem IT yang dibangun PDAM baru ini, bisa digunakan untuk menyimpan data base kependudukan di Banjarmasin.

Menurut Muslih, sistem IT yang dibangun dan bisa dikatkan data center PDAM dibangun ini memakan anggaran sebesar Rp 14 miliar. "Sistemnya baru ini rencananya berjalan sempurna pada Mei 2015 nanti," ujarnya.



Pewarta: sukarli
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026