Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Pemkab Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kesehatan setempat menargetkan pada 2019 wilayah tersebut bebas dari penyakit malaria. 


"Membantu mewujudkan tekad tersebut, Dinas Kesehatan memprogramkan pengobatan malaria secara massal selama lima tahun, dan pengobatan tersebut dimulai 2015," kata Kepala Dinas Kesehatan H. Muhammad Damran, di Batulicin, Selasa.

Dikatakan, Puskesmas di daerah-daerah akan dimaksimalkan untuk memberikan pengobatan malaria, dan memberikan obat pencegahan terhadap penyakit malaria kepada warga.

Langkah strategis lainnya, Dinas Kesehatan akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat di daerah, terutama daerah-daerah yang ditemukan adanya kasus malaria.

Memasang spanduk, baliho dan membagikan selebaran yang isinya mengimbau masyarakat, untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, dan membiasakan pola hidup bersih serta agar tetap mewaspadai terhadap penyakit malaria.

Selain sosialisasi, Dinas Kesehatan juga akan menyiapkan obat atau tablet anti malaria, bagi warga yang belum terjangkit, dan memberikan pengobatan malaria bagi pasien yang dinyatakan positif terjangkit malaria.

Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan bantuan sebanyak 14.000 kelambu berinsektisida guna mengurangi kasus malaria di Kabupaten Tabalong.

Staf bagian perencanaan dan monitoring subdit malaria, Kementerian Kesehatan Hanifah Rogayah, menyebutkan penggunaan kelambu berinsektisida salah satu upaya yang cukup efektif cegah penyakit yang disebabkan nyamuk anopheles.

"Untuk tingkat Kalimantan Selatan, kasus malaria di Tabalong menempati peringkat pertama dan tahun ini masih kita bantu kelambu berinsektisida," jelas Hanifah, saat memberikan pemaparan dalam acara sambung rasa program pengendalian malaria ke masyarakat di Tanjung.

Program bantuan kelambu berinsektisida sendiri sudah dilaksanakan sejak 2010 dan Tabalong sudah menerima sekitar 90.000 kelambu anti malaria ini.

Selain penggunaan kelambu berinsektisida, Hanifah juga menganjurkan adanya konfirmasi atau pengecekan jikaada gejala malaria, penderita positif diberikan pengobatan dengan artemisinin combination therapies atau ACT.

  "Jika ditemukan gejala malaria harus dicek ulang dan sangat dianjurkan pengobatan dengan ACT bagi penderita positif malaria," jelas Hanapiah lagi.   

Pewarta: Imam Hanafi
: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026