Bantuan berupa uang tunai, sembilan barang kebutuhan pokok dan logistik diserahkan Direktur Tanggap Bencana BNPB Tri Budiarto kepada Bupati Banjar Khairul Saleh di Martapura, Jumat.
Bantuan uang tunai yang diserahkan sebesar Rp150 juta ditambah sembako yang nilainya mencapai Rp160 juta dan peralatan evakuasi berupa perahu karet termasuk logistik dalam bentuk peralatan memasak.
"Bantuan ini hendaknya jangan dilihat dari nilai, tetapi dimaknai sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap bencana banjir yang melanda suatu daerah," ujar Tri Budiarto.
Ia mengharapkan, bantuan yang diberikan dapat digunakan sebaik-baiknya dan diserahkan kepada warga korban banjir sehingga meringankan beban mereka yang tengah tertimpa musibah akibat fenomena alam itu.
Di sisi lain, kata dia, penanggulangan bencana hendaknya bukan hanya diserahkan kepada satu lembaga atau badan tetapi disadari merupakan tugas bersama yang melibatkan seluruh pihak terkait.
"Artinya, setiap terjadi bencana maka penanggulangannya bukan hanya diserahkan kepada satu lembaga seperti badan penanggulangan bencana baik pusat maupun daerah tetapi menjadi tugas seluruh pihak terkait," katanya.
Dikatakan, kesigapan seluruh pihak terkait khususnya di lingkup pemerintahan diperlukan agar bencana yang terjadi bisa segera diatasi dan masyarakat yang tertimpa musibah bisa ditangani.
"Untuk itu dibutuhkan koordinasi antara dinas dan instansi terkait di lingkup pemerintahan agar upaya penanggulangan bencana benar-benar berjalan sesuai harapan," ujarnya.
Bupati Banjar Khairul Saleh mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan BNPB dan seluruh bantuan segera disalurkan kepada warga korban banjir.
"Bantuan akan diserahkan secepatnya kepada seluruh warga yang menjadi korban banjir dan dikoordinir kecamatan sehingga bantuan tepat sasaran," katanya.
Banjir yang melanda Kabupaten Banjar sejak Senin (2/5) hingga Kamis (5/5) terjadi akibat meluapnya Sungai Riam Kiwa setelah turunnya hujan deras di bagian hulu sungai itu.
Ketinggian air yang bervariasi antara setengah meter hingga empat meter menenggelamkan ribuan rumah dan fasilitas umum pada empat kecamatan yakni Kecamatan Pengaron, Simpang Empat, Mataraman dan Astambul.
Dilaporkan, ketinggian air pada empat kecamatan itu sudah mulai menurun dan air luapannya terus menuju hilir sungai melewati sejumlah kecamatan tetapi ketinggian air tidak membahayakan.(yos/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.