Permasalahan kelistrikan, warga ungkapkan ketika saya reses di Jalan Ampera I Teluk Tiram dan Jalan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat pada 6-7 November 2014,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan HM Lutfi Saifuddin, menerima keluhan warga Banjarmasin mengenai pemadaman aliran listrik yang kerap terjadi dalam sebulan terakhir, bahkan seringkali mendadak padam tanpa ada pemberitahuan.

Keluhan masalah listrik tersebut saat anggota DPRD Kalsel dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) melakukan reses di Kota Banjarmasin yang merupakan daerah pemilihannya ketika Pemilu legislatif 2014, Jumat.

"Permasalahan kelistrikan, warga ungkapkan ketika saya reses di Jalan Ampera I Teluk Tiram dan Jalan Pelambuan, Kecamatan Banjarmasin Barat pada 6-7 November 2014," tutur Ketua Satria (organisasi pemuda, sayang Gerindra) Kalsel tersebut.

Menurut dia, warga "kota seribu sungai" Banjarmasin merasa sangat terganggu dengan adanya pemadaman aliran listrik tersebut yang dilakukan secara mendadak, terutama pada malam hari.

"Kalau Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengalami gangguan pembangkit dan terpaksa melakukan pemadaman, seharusnya hal tersebut diinformasikan lebih dulu," ujar politisi Partai Gerindra itu.

Dengan pemberitahuan itu, lanjutnya, memungkinkan warga untuk mempersiapkan diri atas adanya pemadaman aliran listrik tersebut, termasuk listrik yang "byar pet" (hidup mati), yang dikarenakan gangguan pembangkit.

Menurut dia, mungkin warga bisa memaklumi atas pemadaman listrik tersebut, asalkan diberitahukan dan tidak mendadak, serta padamnya tidak terlalu lama.

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan masa resesnya yang pertama kali sebagai anggota DPRD Kalsel juga menerima keluhan warga terhadap layanan Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM) Bandarmasih, milik Pemerintah Kota Banjarmasin.

Pasalnya sering gangguan layanan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Banjarmasin yang bergerak dalam jasa pelayanan air bersih itu terhadap warga Kecamatan Banjarmasin Barat.

"Distribusi air sering mati, dan kalaupun mengalir pada malam hari, volumenya sangat kecil," kutip Sekretaris Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel dari keluhan warga Banjarmasin Barat.

Ia mengungkapkan, masyarakat ibu kota Kalsel juga menginginkan bantuan sosial tetap diberikan kepada tempat ibadah maupun kegiatan kemasyarakat lainnya, karena cukup dirasakan manfaatnya selama ini.

"Padahal bantuan sosial ini sudah dihapuskan, agar tidak menimbulkan kasus seperti anggota DPRD periode sebelumnya (2009 - 2014)," tambah Lutfi, yang melakukan penyerapan aspirasi masyarakat pada dua lokasi terpisah di Banjarmasin.

Ia menyatakan, sebagai wakil rakyat sudah barang tentu akan memperhatikan dan berupaya memperjuangkan semua keluhan atau aspirasi masyarakat, terlebih yang menjadi konstituennya.

"Semua keluhan atau aspirasi itu akan saya olah, untuk ditindaklanjuti, baik melalui sesama anggota DPRD Kalsel yang berkaitan dengan bidang komisi ataupun kawan-kawan anggota DPRD Kota Banjarmasin seperti masalah PDAM." katanya.

"Namun tidak tertutup kemungkinan akan disampaikan kepada instansi terkait dengan keluhan masyarakat tersebut pada saat lobi-lobi atau kegiatan informal," demikian Lutfi Saifuddin.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026