Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, siap membentuk tim Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat untuk mempercepat proses penanggulangan bencana di kabupaten setempat.

"Kami tengah mempersiapkan pembentukan tim PBBM sehingga proses penanggulangan bencana bisa dilakukan secepatnya," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Banjar, Sunarto di Martapura, Selasa.

Ia mengatakan, tim PBBM itu rencananya dibentuk di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar sehingga setiap bencana bisa diatasi tim yang langsung bergerak usai terjadinya bencana.

 Menurut dia, tim terpadu itu beranggotakan seluruh unsur masyarakat di setiap kecamatan termasuk unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) yang bertindak sebagai tim koordinator.

"Tugas tim PBBM yang dikoordinasi unsur Muspika adalah menanggulangi bencana secara dini sehingga bisa diambil langkah penanganan cepat terhadap warga maupun fasilitas umum yang terkena bencana," ungkapnya.

Dikatakan, sebagai langkah awal pihaknya menyiapkan tiga kecamatan sebagai proyek rintisan pembentukan tim yakni Kecamatan Martapura Kota, Simpang Empat dan Kecamatan Martapura Barat.

Jika pembentukan berhasil dan seluruh tim yang terlibat mampu menjalankan tugas dan fungsinya dalam melakukan penanganan bencana secara tepat maka direncanakan pembentukan tim pada 19 kecamatan di kabupaten itu.

"Setiap anggota tim di tingkat kecamatan dibina dan diberikan pelatihan mengenai penanggulangan bencana sehingga mereka bisa bergerak cepat dalam menangani korban bencana," ujar dia.

Ditekankan, pembentukan tim PBBM selain menggerakkan potensi masyarakat juga diharapkan membangkitkan kepedulian kalangan mampu seperti pengusaha sehingga mau membantu warganya yang terkena musibah.

"Harapan kami, pembentukan tim PBBM selain menggerakkan potensi masyarakat dan membangkitkan kepedulian seluruh pihak juga agar penanganan bencana lebih cepat dan fokus," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah kawasan di Kabupaten Banjar cukup rawan terjadi bencana alam seperti angin kencang atau puting beliung sehingga menyebabkan kerusakan rumah warga maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Kejadian terbaru melanda empat desa di Kecamatan Gambut yakni Desa Kayu Bawang, Malintang, Tambak Sirang Darat dan Desa Guntung Papuyu yang terkena amukan puting beliung, Jumat (29/4) sore.

Fenomena alam itu mengakibatkan 54 buah rumah warga yang tersebar di empat desa mengalami kerusakan baik rusak ringan, sedang maupun berat sehingga menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta.

"Rumah warga yang rusak sebanyak 54 buah dan seluruh korban sudah menerima bantuan yang disalurkan Pemkab Banjar maupun bantuan yang diserahkan pihak lain," ujar Camat Gambut, Abdul Razak.(yos/B)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026