Rantau (ANTARA) - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga keamanan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan berlangsung di 39 desa pada 1 Agustus 2026.

Penguatan sinergi tersebut menjadi perhatian utama mengingat Pilkades dinilai memiliki potensi dinamika sosial yang lebih tinggi dibandingkan pemilihan umum lainnya.

Bupati Tapin H. Yamani mengatakan, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting guna menjaga stabilitas daerah agar seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman dan tidak mengganggu jalannya pembangunan maupun pelayanan publik.

"Komunikasi yang intensif antarpemangku kepentingan menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat," ujar Yamani saat Coffee Morning Forkopimda di Aula Namora Polres Tapin, di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.

Baca juga: Rutan Rantau siapkan skrining TBC bagi warga binaan

Berdasarkan data pemerintah daerah, ucap Yamani, sebanyak 130 bakal calon akan bersaing memperebutkan jabatan kepala desa, sementara dua desa juga melaksanakan Pemilihan Antar Waktu (PAW) dengan empat bakal calon.

Ia menyebutkan, mengapresiasi inisiatif Polres Tapin yang memfasilitasi forum koordinasi tersebut sebagai wadah menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama dalam mengantisipasi berbagai persoalan di daerah.

Baca juga: Pemkab Tapin benahi tata kelola iuran korpri guna kesejahteraan ASN

"Sinergi antarlembaga menjadi modal utama untuk menciptakan stabilitas yang mendukung pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Tapin hingga kini tetap kondusif berkat koordinasi yang terjalin baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, pengadilan, serta berbagai elemen masyarakat.

"Situasi kamtibmas yang aman merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang selama ini berjalan baik di Kabupaten Tapin," katanya.

Menurut Weldi, kedekatan hubungan sosial antara kandidat, pendukung, penyelenggara, dan masyarakat berpotensi memicu gesekan apabila tidak dikelola dengan baik.

"Interaksi sosial yang sangat dekat membuat potensi gesekan lebih besar. Karena itu, seluruh pihak perlu berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif sejak tahapan awal hingga pascapemungutan suara," ucap Weldi.

Ia menambahkan, kolaborasi Forkopimda, penyelenggara Pilkades, tokoh masyarakat, dan warga diperlukan guna mengedepankan pendekatan persuasif sehingga seluruh tahapan pemilihan dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis.



Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026