Pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit di lahan rawa Muning itu terlihat dari tanaman yang dilakukan perusahaan perkebunan komoditi tersebut,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan, H Idis Nurdin Halidi menilai, rawa Muning di Kabupaten Tapin yang berada di provinsi tersebut cocok untuk tanaman kelapa sawit.


"Pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit di lahan rawa Muning itu terlihat dari tanaman yang dilakukan perusahaan perkebunan komoditi tersebut," ujarnya di Banjarmasin, Jumat.

Sedangkan untuk tanaman padi di rawa Muning tampaknya kurang cocok, seperti dilakukan warga transmigran selalu gagal menanam padi, ungkapnya saat berada di DPRD Kalsel.

"Setiap kali menanam padi, tanaman tersebut selalu mati. Mungkin kondisi lahannya tidak sesuai, seperti tingkat keasaman yang tinggi," lanjut politisi Partai Golkar itu.

Tetapi, ungkap Bupati Tapin dua periode itu, untuk tanaman kelapa sawit pertumbuhan dan perkembangnya cukup baik di rawa Muning tersebut.

"Memang dalam usaha perkebunan kelapa sawit tersebut, perusahaan itu terlebih dahulu membuat kanal-kanal untuk sirkulasi air, sebelum melakukan penanaman," tuturnya.

"Mungkin dengan kanal-kanal tersebut membuat tingkat keasaman air jadi berkurang. Tapi yang jelas, karena itu daerah rawa, sehingga cocok untuk tanaman kelapa sawit yang memerlukan banyak air," lanjutnya.

Ia berharap, kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit di "Bumi Ruhui Rahayu" Tapin dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Jadi keberadaan perkebunan kelapa sawit itu bukan cuma untuk keuntungan perusahaan semata, tetapi juga memberi dampak pada kemajuan daerah Tapin, serta masyarakatnya," ujar Idis.

Sebelumnya atau pada tahun 1980-an di Bumi Ruhui Rahayu tersebut tumbuh dan berkembang tanaman karet dengan pola Perkebunan Inti Rakya (PIR) dan mendatangkan pekerja dari luar Kalsel.

Tapin salah satu dari enam kabupaten di daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel yang juga sebagai sentra produksi pertanian atau penghasil padi di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026