Kami sudah mengukur kualitas udara dan hasilnya kualitas udara buruk karena bercampur tebaran kabut asap yang mengandung zat-zat berbahaya bagi pernafasan,"
Martapura, (Antaranews Kalsel) - Kualitas udara di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, buruk akibat kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti hampir seluruh wilayah kabupaten itu.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar Farid Soufian di Martapura, Kamis, mengatakan kabut asap muncul hampir setiap hari sehingga menurunkan kualitas udara.

"Kami sudah mengukur kualitas udara dan hasilnya kualitas udara buruk karena bercampur tebaran kabut asap yang mengandung zat-zat berbahaya bagi pernafasan," ujarnya.

Ia mengatakan buruknya kualitas udara hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Banjar karena kabut asap menyelimuti seluruh kawasan tanpa terhalang ruang.

Bahkan, kata dia, buruknya kualitas udara bisa dilihat secara kasat mata karena hampir setiap hari diselimuti kabut asap terutama pagi hari hingga menjelang siang.

"Seperti Kamis (2/10) pagi, kabut asap relatif tebal dibanding hari sebelumnya sehingga mengganggu saluran pernafasan dan membatasi jarak pandang," ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak menghirup langsung kabut asap dengan mengenakan masker atau bahan lain seperti sapu tangan yang dapat melindungi hidung dan mulut.

"Kenakan masker atau penutup hidung dan mulut sehingga tidak terhirup langsung udara bercampur kabur asap agar tidak terserang penyakit saluran pernafasan," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya berkoordinasi dengan personel TNI/Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mencegah dan menanggulangi munculnya kabut asap.

"Status ditetapkan siaga bencana kabut asap sehingga dibentuk posko pencegahan dan penanggulangan terdiri dari TNI/Polri dan BPBD Banjar serta unsur terkait lain," katanya.

Ditambahkan, pelaku pembakaran hutan dan lahan juga diawasi dan akan dikenakan sanksi baik yang diatur dalam peraturan daerah maupun UU tentang lingkungan hidup.

Pewarta: Yose Rizal
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026