Karena dari kondisi, Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki kawasan perairan yang cukup luas untuk penggembalaan ternak itik,"Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota baru DPRD Kalimantan Selatan H Syahdillah berpendapat, Kabupaten Hulu Sungai Utara di provinsi tersebut cocok untuk pengembangan sejuta itik.
"Karena dari kondisi, Hulu Sungai Utara (HSU) memiliki kawasan perairan yang cukup luas untuk penggembalaan ternak itik," ujar politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, di Banjarmasin, Kamis.
Begitu pula keadaan masyarakat "Bumi Agung" HSU pada umumnya cukup mahir dalam memelihara jenis ternak unggas yang sedang hidup di air itu, lanjutnya menjawab Antara Kalsel.
"Dengan pengembangan sejuta itik itu, berarti pula salah satu upaya untuk menjaga icon daerah yang banyak memiliki rawa monoton tersebut," tandas mantan Wakil Bupati HSU itu.
Karenanya, wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) V Kalsel pada Pemilu 2014, yang meliputi Kabupaten HSU, Balangan, dan Kabupaten Tabalong tersebut berkeinginan memotivasi pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar memprograman pengembangan sejuta itik.
Ia menyarankan, pengembangan sejuta itik tersebut masuk dalam program "rawa makmur" bisa masuk program pembangunan daerah atau pemerintah kabupaten (Pemkab) HSU.
"Sebab dengan pengembangan sejuta itik, merupakan bagian dari upaya memakmurkan atau menyejahterakan masyarakat HSU melalui pemanfaatan potensi rawa," tuturnya.
"Karena selama ini, baru usaha menangkap ikan di perairan bebas tersebut. Padahal masih banyak yang bisa kita manfaatkan dari potensi rawa yang tak pernah kering saat musim kemarau," lanjutnya.
Mengenai pemasaran, menurut dia, hal itu tidak perlu terlalu khawatir, karena pangsa pasarnya juga cukup luas, sejauh usaha bidang kuliner tetap berlangsung, apalagi semakin maju.
"Hanya saja mungkin, pemerintah daerah harus turun tangan dalam upaya pemasaran produk dari hasil ternak itik tersebut melalui berbagai media promosi," tambahnya.
Sebagaimana tahun 1980-an Kalsel terkenal dengan "Itik Alabio" hingga ke nusantara, bahkan sampai kemancanegara. Padahal Itik Alabio itu berasal dari HSU, demikian Syahdillah.
Pewarta: Syamsuddin Hasan: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.