Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Akademisi Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah Prof Dr HM Norsanie Darlan MS PH berpendapat, tanpa pendidikan manusia tidak berbudaya.


Pendapat itu dia kemukakan pada seminar dalam memperingati Hari Aksara Internsional (HAI) di Kuala Kapuas, ibu kota Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (15/9) lalu.

Menurut dosen pascasarjana Pendidikan Non Formal (PNF) atau Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Uniersitas Palangka Raya (Unpar) itu, negeri yang berbudaya tinggi menjadi cermin di masa mendatang.

Anak Desa Anjir Serapat, Kabupaten Kapuas, Kalteng yang berkarir dari pegawai rendahan (pesuruh) hingga menjadi profesor itu juga berpendapat, pendidikan sebagai upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

"Sekarang bagaimana di kalangan bangsa Indonesia dalam upaya menciptakan tingkat SDM yang berkualitas, unggul dan berkarakter," lanjut Guru Besar pada perguruan tinggi negeri (PTN) tertua Kalteng itu.

Untuk menciptakan SDM berkualitas, unggul dan berkarakter, dia berpendapat, minimal harus memiliki lima hal, yaitu dedikasi, jujur, inovatif, tekun dan ulet.

Ia berharap, semua pihak mampu melaksanakan lima hal di atas, walau menyadari pendidikan tidak dapat dilepaskan. Karena pendidikan menunjukkan kualitas formal bagi setiap orang. Dan peran guru sangat menentukan. Oleh sebab itu, kesejahteraan guru harus diperhatikan.

"Dengan pendidikan yang cukup setiap orang, dan menimal bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung) bagi anak bangsa akan dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia," ujarnya.

"Apa lagi negeri yang mempunyai wilayah hampir sama luas benua Eropa, dapat membuat pesawat terbang sebagai rancang bangun dan rekayasa Putra Indonesia yang dirintis oleh Prof. B.J. Habibie," lanjutnya.

Oleh sebab itu mantan aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI) dari "Bumi Isen Mulang" (pantang mundur) Kalteng tersebut menyayangkan dalam masa reformasi, pabrik pesat terbang IPTN sempat dinonaktifkan oleh pejabat negeri ini.

Padahal menurut dia, dengan Indonesia mampu memproduk pesawat terbang membuat berbagai negara terkaget-kaget. Termasuk pemerintah negeri Belanda yang pernah menjajah Indonesia ratusan tahun.

"Mungkin ada negara dan bangsa yang seakan-akan tidak percaya bahwa Indonesia bisa membuat dan menjual pesawat terbang. Tapi kenyataannya demikian," lanjut aktivis Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Kalteng itu.

Dalam seminar yang berlangsung di "kota air" Kuala Kapuas itu, materi mantan Kepala Badan Diklat Kalteng tersebut berjudul : Melirik Hari Aksara Internasional Tingkatkan SDM yang Unggul dan Berkarakter.

Seminar salah satu kegiatan dalam rangkaian memeriahkan peringatan ke-49 HAI di Kalteng itu pelaksanaannya sengara di Kuala Kapuas (45 kilometer bara Banjarmasin atau 150 kilometer timur Palangkaraya, ibu kota Kalteng).

  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kalteng Drs Katanggar membuka seminar yang dihadiri para guru, tutor, penilik, pengawas, Dewan Pendidikan, dan undangan lainnya itu, mendatangkan putra daerah setempat sebagai pembicara.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026