"Jad,i calon haji (Calhaj) daerah kita masuk gelombang keberangkatan haji kedua nasional, yakni langsung ke Mekkah dan berpakaian ihram," ujarnya di Banjarmasin, Selasa.
Ia mengungkapkan Calhaj Kalsel yang berangkat mulai 18 September ini dari Kabupaten Tabalong diberangkatkan pukul 02.55 Wita dari Bandara Syamsudin Noor ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk langsung ke Makkatul Mukarramah.
"Sampai di Bandara Jeddah, Calhaj Tabalong akan memakai kain ihram dan berniat ihram di sana," terangnya.
Sebelumnya, mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel itu menjelaskan calhaj akan membersihkan diri dulu untuk bersuci di tempat yang sudah disediakan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, lalu memakai kain ihram, yakni hanya memakai dua helai kain putih bagi laki-laki yang tanpa dijahit.
"Begitu pula perempuannya memakai kain ihram juga sebagaimana yang dianjurkan dan melangsungkan niat di sana," tuturnya.
Calhaj Kalsel kloter pertama dari Tabalong, ungkapnya, akan menempati pemondokan haji di Makkah pada wilayah Jarwal jarak dari Masjidil Haram sekitar 1.040 - 2.720 Meter (M).
Calhaj asal Kalsel akan menempati beberapa daerah pemondokan di Makkah, yakni Jarwal, Aziziyah yang jaraknya dari Masjidil Haram sekitar 2.200-3.880 M, Raudah sekitar 1.930-3.400 M, Syisah sekitar 2.855-3.930 M, dan Misfalah jaraknya 780-2.310 M.
"Untuk jarak pemondokan yang lebih dua kilometer akan disiapkan bis," tuturnya.
Ia mengharapkan para Calhaj menjaga kesehatan sebelum keberangkatan supaya dalam perjalanan memenuhi panggilan Allah SWT dapat beribadah nantinya dengan lancar di sana.
Untuk Calhaj Kalsel yang akan diberangkatkan tahun 2014 sebanyak 3.050 orang, termasuk para petugas haji. "Alhamdulillah sampai hari ini masih tidak berkurang," ucapnya.
Calhaj Kalsel yang akan berangkat tahun 2014 diangkut sembilan kloter, dan mulai masuk asarama haji di Landasan Ulin Banjarbaru 17 September ini.
"Untuk asrama haji, sudah kita siapkan buat menyongsong tamu Allah SWT itu," tuturnya.
Pewarta: SukarliEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.