pembentukan fraksi hingga Senin pukul 11.00 Wita agar bisa kita tetapkan pada paripurna internal DPRD Kalsel masa jabatan 2014 - 2019,"
Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Ketua sementara DPRD Kalimantan Selatan Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman memberi batas waktu pembentukan fraksi-fraksi di lembaga legislatif tersebut, Senin 15 September 2014.

"Kita tunggu pembentukan fraksi hingga Senin pukul 11.00 Wita agar bisa kita tetapkan pada paripurna internal DPRD Kalsel masa jabatan 2014 - 2019," ujarnya saat berada di ruang kerjanya, Kamis.

Putri dari H Aberani Sulaiman alm (Gubernur Kalsel tahun 1960-an) itu berharap, pembentukan fraksi-fraksi di DPRD tingkat provinsi tersebut sesegera mungkin.

"Kita tidak ingin berlama-lama pembentukan fraksi-fraksi tersebut. Karena tugas kita ke depan yang cukup berat sudah menunggu," tandas Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel itu.

"Srikandi" DPRD Kalsel dari Partai Golkar itu berharap, penetapan fraksi-fraksi pada lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut juga pada 15 September 2014.

Ia mengaku, sebagai pimpinan sementara DPRD Kalsel masa jabatan 2014 - 2019 tidak bisa memaksankan pembentukan fraksi, karena hal itu urusan mereka masing-masing.

"Sebagaimana peraturan perundang-undangan, pimpinan sementara DPRD hanya berugas memfasilitasi pembetukan fraksi, serta pembahasan tata tertib (Tatib) dan penetapan pimpinan definitif DPRD," katanya.

"Jadi dengan terbentuknya fraksi, kita berharap bisa menyusun agenda kegiatan lain DPRD Kalsel," lanjut politisi Partai Golkar yang juga istri H Hasanuddin Murad (Bupati Batola) tersebut.

Sementara Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalsel H Fikri menyatakan, pihaknya sudah selesai menyusun kepengurusan fraksi hingga penempatan anggota pada alat kelengkapan dewan lain nantinya.

"Namun sesuai ketentuan partai, kepengurusan fraksi tersebut harus mendapatkan persetujuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dan kini masih dalam tahap konsultasi," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel itu.

Ia juga berharap, masalah fraksi itu bisa segera selesai, sehingga dapat segera penetapan dan berlanjut dengan penyusunan Tatib Dewan.

"Karena tanpa Tatib, sulit merealisasikan tugas-tugas dewan," tambah Fikri.

Proses pembentukan fraksi pun sedang dilakukan beberapa partai lainnya,

seperti Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih melakukan rapat internal, dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lagi mengikuti kegiatan partai.

Fraksi yang sudah terbentuk Partai Golkar beranggotakan 13 orang ketuanya H Bardiansyah, PKB enam ketuanya H Hormansyah, Partai Gerindra enam tambah seorang dari Partai Amanat Nasional, ketuanya Muharram (Gerindra).

Kemudian Fraksi PKS lima dengan kutanya H Riswandi, fraksi gabungan Partai NasDem tiga dengan Hanura dua orang. Fraksi ini semula menyepakati nama fraksinya NASHURA, kemudian diubah menjadi Fraksi Pembaharuan Nurani, dengan ketuanya H Iberahim (NasDem).


Pewarta: Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026