Menurut sejumlah pedagang di Pasar Tanjung, kenaikan harga cabai rawit dipicu berkurangnya pasokan, baik yang berasal dari petani lokal maupun dari luar Kota Tanjung, seperti wilayah Kandangan dan Barabai.
"Naiknya memang sangat drastis, sebelumnya hanya Rp20 ribu perkilogram sekarang sudah mencapai Rp60 ribu hingga Rp70 ribu, itu pun pasokan yang kita terima tidak banyak seperti sebelumnya," ungkap salah satu pedagang, Marni.
Tak hanya cabai rawit, harga cabai merah pun terus naik dan saat ini mencapai Rp50 ribu perkilogram, tak terkecuali cabai keriting yang juga dijual hingga mencapai Rp50 ribu/kg.
"Kalau naiknya hanya Rp5 ribu atau Rp10 ribu mungkin masih maklum, masa kenaikan harga sampai dua kali lipat bahkan lebih," komentar saklah satu pembeli.
Kondisi ini tentunya makin memberatkan para pengusaha makanan atau pemilik rumah makan karena kebutuhan mereka akan cabai cukup besar, disamping sebagai campuran bumbu sayur juga bahan utama sambal.
"Saya sampai bingung mau menjual sambal kalau cabai rawitnya saja sudah sangat mahal, terpaksa sambal yang dibuat tidak terlalu pedas seperti sebelumnya," ungkap Hayatun, salah satu pedagang makanan dan sayur.
Pemantauan di Pasar Tanjung, selain cabai beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan.
Diantaranya telur ayam ras, menurut Hadijah satu pedagang sekarang naik menjadi Rp17 ribu per kilogeram, sebelumnya hanya dijual Rp15 ribu perkilogram.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.