Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming mengatakan pelaksanaan pesta laut Mapanretasi merupakan aset berharga budaya daerah yang patut dilestarikan.

Hal itu disampaikan bupati dalam acara puncak pesta laut (Mapanretasi) yang berlangsung di kawasan obyek wisata pantai Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (24/4). 

Acara adat Mapanretasi diharapkan memberi dampak positif bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kwalitas dan kwantitas pembangunan seni budaya daerah.

Seiring berkembangnya tatanan obyek wisata lain yang ada di daerah tersebut pelaksanaan adat mapanretasi juga diharapkan mampu menjadi magnet wisatawan lokal maupan mancana negara agar selalu berkunjung dan menikmati keindahan alam daerah tersebut.

"Mapanretasi merupakan warisan budaya leluhur yang mesti kita lestarikan keberadaannya. Agar tradisi ini tidak hanya berkembang tetapi juga mampu menjadi salah satu ikon seni budaya daerah Tanah Bumbu." tegas bupati.

Mapanretasi dianggap sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan di daerah tersebut atas segala limpahan hasil laut yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada mereka.

Pelaksanaan acara ini ditandai dengan upaya "pelarungan" (pelepasan) sesajen ketengah laut lepas yang dipimpin ketua adat (Sanro) dan didampingi oleh bupati bersama istrerinya, Hj.Erwinda Mardani H Maming serta disaksikan ribuan pengunjung pantai yang datang.

Turut menghadiri acara puncak Mapanretasi adalah Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, H.Burhannudin S.sos, Wakil Bupati Drs.Difriadi Darjat, seluruh unsur muspida, pejabat , tokok agama dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan itu, ketua adat (Sanro), Ariyanto Sani, juga berharap pesta adat Mapanretasi dapat lebih ditingkatkan dan menjadi warisan kebudayaan daerah yang tidak luntur nilai ketradisionalanya. Sehingga dimasa datang generasi muda yang ada tidak kehilangan nilai-nilai positif budaya yang terkadung dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

"Mudah-mudahan untuk kedepan acara adat Mapanretasi bisa lebih baik. Agar sifat tradisional yang ada dalam kegiatan ini tidak mudah luntur," katanya./Sur*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026