Kalau gerakan Istri Shalehah Idaman Suami ya ISIS yang ini positif, tapi kalau Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS yang satu itu ya harus kita tolak sama-sama,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan Hj Noormilayani, gerakan ISIS yang lain yakni "Istri Shalehah Idaman Suami" justru harus didukung, tapi bukan ISIS yang "Islamic State of Iraq and Syria".

"Kalau gerakan Istri Shalehah Idaman Suami ya ISIS yang ini positif, tapi kalau Islamic State of Iraq and Syria atau ISIS yang satu itu ya harus kita tolak sama-sama," ujar istri H Hasanuddin Murad (Bupati Barito Kuala) itu di Banjarmasin (7/8).

Saat silaturahmi dengan wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel di Powon Tlogo Handik Bakti Batola, ia menyatakan ISIS yang terlarang itu sungguh mengerikan dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang cinta damai.

Dalam silaturahmi itu, putri dari H Abrani Sulaiman (mantan Gubernur Kalsel) tersebut mengingatkan wartawati yang hadir agar menghargai suami kalau mau menjadi istri shalehah.

Sebab, lanjut calon anggota DPRD Kalsel terpilih dengan perolehan suara terbanyak itu, suami itu sebagai kepala rumah tangga, karenanya keliru kalau tidak menghargai, apalagi mendurhakai.

"Seorang istri yang bekerja atau berkarir sekalipun dengan jabatan atau penghasilan yang tinggi, tetap harus menghormati suami selaku kepala rumah tangga," ucapnya.

"Seperti saya, kalau karena karir rumah tangga jadi berantakan, maka saya akan lebih memilih menjaga keluarga atau rumah tangga agar tetap harmonis," lanjut perempuan dari delapan bersaudara itu.

Menurut dia, banyak cara untuk menjadi istri shalehah sehingga menjadi idaman suami, terutama bagi perempuan yang bekerja atau berkarir, antara lain harus pandai membagi waktu buat keluarga.

"Misalnya dalam sepekan, Sabtu dan Minggu bisa sebagai waktu untuk keluarga atau dalam sehari, mungkin sore dan malam hari buat bercengkrama bersama keluarga," demikian Noormilayani.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026