Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Selatan Martinus menyatakan, pembangunan jalan antara Sungai Ulin, Kota Banjarbaru dengan Matraman, Kabupaten Banjar di provinsi tersebut, berlanjut.
"Memang kita belum bisa melakukan percepatan pembangunan jalan Sungai Ulin - Matraman tersebut," ujarnya sebelum menghadiri rapat bersama Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Selasa.
"Pasalnya kita juga mengharapkan kucuran dana dari pemerintah pusat. Untuk merampungkan pembangunan jalan tersebut masih memerlukan dana sekitar Rp100 miliar," katanya menjawab Antara Kalsel.
Menurut dia, ada beberapa dampak positif dari pembangunan jalan Sungai Ulin - Matraman yang panjangnya lebih kurang 22 kilometer tersebut, antara lain akan membuka keterisolasian daerah sekitar jalan itu nantinya.
Sementara daerah sekitar jalan Sungai Ulin - Matraman itu juga memiliki sumber daya yang bisa menggeliatkan perekonomian daerah dan masyarakat setempat, seperti bidang perkebunan.
Selain itu, angkutan berat/alat berat dari/ke daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalsel tidak lagi masuk kota Martapura, ibu Kota kabupaten Banjar, sehingga dapat mengurangi kemacetan arus lalu lintas di kota yang mendapat julukan serambi Mekkah tersebut.
Lebih dari itu, lanjutnya, angkutan berat/alat berat dari/ke daerah hulu sungai tersebut bisa terhindar dari risiko, seperti tercebur ke sungai, karena jalanan tersebut sebagian berada di tepi sungai.
Program jangka panjangnya, jalan Sungai Ulin - Matraman sebagai penggati, sebab lama-kelamaan jalan yang ada sekarang bisa tergerus banjir karena berada di pinggir sungai, ujarnya.
Ia mengungkapkan, jalan antara Sungai Ulin - Matraman itu hanya sekitar tiga kilomter yang belum ada badan jalannya, serta dua jembatan masing-masing bentang sekitar 60 meter belum terbangun.
"Oleh karena masih dalam pembangunan, sehingga jalan Sungai Ulin - Matraman tersebut belum punya status. Tapi ke depan kita usulkan menjadi jalan nasional, sebab bagian jalan trans Kalimantan poros tengah arah utara Kalsel," demikian Martinus.
Selama ini saat ramai lalu lintas, seperti suasana lebaran, sering terjadi kemacetan antara Martapura - Matraman, terutama di wilayah Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar. Sementara jalan alternatif dari/ke Banua Anam Kalsel belum ada.
 Rapat kerja bersama Komisi III DPRD Kalsel itu dengan agenda pembahasan awal terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) RAPBD 2015 provinsi setempat, terutama yang berkaitan Dinas PU Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.