Menghadapi situasi ini, menuntut kita harus peka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga kita bisa menangkap peluang usaha yang potensial dijalankan,Banjarmasin (ANTARA) - Menjaga kondisi perusahaan agar tetap prima menjadi tantangan bagi setiap pengusaha pada masa sulit diterpa pandemi COVID-19. Sehingga diperlukan strategi yang tepat demi kelangsungan usaha.
Menurut Direktur CV. Intan Group Berkah, Intan Hesti Puspita, pasar yang lesu bisa saja membuat bisnis yang dijalankan gulung tikar jika tak piawai mempertahankan stabilitas usaha di saat pandemi.
"Menghadapi situasi ini, menuntut kita harus peka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga kita bisa menangkap peluang usaha yang potensial dijalankan," kata Intan, begitu biasa wanita berhijab ini disapa.
Dia mengatakan, kebutuhan manusia tidak akan pernah berhenti meski dihantui kekhawatiran penularan virus corona.
Untuk itulah, Intan mendorong para pelaku bisnis sebagai penggerak roda perekonomian tetap bisa survive atau bertahan hidup di tengah pandemi ini.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa serta konveksi, CV. Intan Group Berkah yang dipimpin Intan juga menyikapi pandemi ini dengan menawarkam aneka kebutuhan terkait COVID-19 seperti Alat Pelindung Diri (APD) dan sebagainya.
"Memang bisa bertahan juga sudah syukur. Namun, semangat untuk terus tumbuh dan berkembang juga tak boleh kendur. Banyak sektor usaha yang justru meningkat keuntungannya di saat pandemi. Inilah peluang yang harus diambil seorang pengusaha tangguh," tutur Intan yang ditemui di kantor perusahaannya Jalan Raya Beruntung Jaya RT 20 No 48, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Intan hanya berharap, pemerintah dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi sektor bisnis untuk bisa berkembang melalui kemudahan regulasi dan rasa keadilan ke semua pengusaha tanpa terkecuali termasuk harapan dapat merasakan manfaat dari stimulus UMKM yang digulirkan pemerintah.
Menyikapi pandemi COVID-19, pemerintah mengeluarkan paket stimulus untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti Pph final 0,5 persen UMKM ditanggung pemerintah, subsidi bunga dengan lokasi Rp34,15 triliun, dan restrukturisasi Kredit Usaha Rakyat atau KUR.
Kemudian Kementerian Koperasi dan UMKM juga akan menyalurkan bantuan dengan alokasi anggaran Rp28,8 triliun kepada 12 juta pelaku Usaha Mikro yang tidak terjangkau oleh penyaluran kredit melalui sistem keuangan dan perbankan.
Pewarta: FirmanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.