"Karena bangunan sekolah yang dibuat perusahaan PT Kodeco sudah kurang layak lagi," kata seorang guru sekolah dasar Paramasan, Iswanto, Selasa (19/4).
Idealnya, gedung sekolah yang menggunakan konstruksi kayu tersebut sudah diganti dengan bangunan beton, mengingat sudah banyak yang direhab karena berlubang dan dimakan usia.
Dia mengatakan, SD negeri Dusun Salad, Paramasan awalnya merupakan sebuah sekolah swasta yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kotabaru sejak perusahaan kayu tersebut tidak melakukan aktivitas di daerah tersebut.
Sejak dikelola Dinas Pendidikan, SD negeri Dusun Salad, baru sekali mendapatkan dana dari APBD Kotabaru untuk membangun satu ruang belajar.
SD negeri Dusun Salad, Paramasan memiliki 11 orang guru tersebut kini menampung 112 murid yang berasal dari anak suku Dayak yang bermukim di daerah pegunungan Meratus.
Mereka sangat berharap dapat menikmati gedung sekolah baru, seperti halnya murid-murid di daerah lain, demikian Iswanto.
Selain mengharapkan gedung sekolah baru, warga juga berharap sekolah tersebut dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya.
Seperti laboratorium dan sarana olahraga sebagai sekolah di perkotaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru Eko Suryadi Widodo Syahdan, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait keinginan warga Dayak atas gedung sekolah baru./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.