Tidak mengherankan, kalau Jokowi -JK sosok pemimpin nasional yang mengerti penderitaan rakyat.,"
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anies Rasyid Baswedan, anggota tim pendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan wakil presiden HM Jusuf Kalla berpendapat, dalam memilih pempimpin hendaknya orang yang mengerti penderitaan rakyat.

Pendapat cucu dari almarhum Abdurrahman Baswedan, seorang pejuang kemerdekaan RI itu dalam Orasi Kebangsaan yang digelar Tim Pendukung Jokwi - Jk Kalimantan Selatan, di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis.

Menurut alumnus Universitas Maryland Amerika itu, sosok pemimpin yang mengerti penderitaan rakyat ada pada pasangan capres dan cawapres Jokowi - JK atau nomor urut dua dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres dan Pilwapres) 2014.

"Tidak mengherankan, kalau Jokowi -JK sosok pemimpin nasional yang mengerti penderitaan rakyat. Karena keduanya berasal dari rakyat, terlebih Jokowi berasal dari keluarga sederhana," ujarnya.

Ia menambahkan, pasangan Jokowi - JK dalam menyusun rencana kerja berdasarkan pada pengalaman, bukan imajinasi, sehingga jelas dan konkrit (nyata).

Sebagai contoh program kartu sehat dan Jakarta pintar, yang sudah dilaksanakan Jokowi sejak menjadi Wali Kota Solo, Jawa Tengah dan ketika sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Mengapa untuk sementara ini yang ditonjolkan, sektor kesehatan dan pendidikan? Tanpa mengecilkan sektor lainnya, kedua sektor tersebut salah satu kunci untuk pembangunan manusia Indonesia," ujarnya.

Sebab, menurut dia, untuk mewujudkan manusia Indonesia yang berkarakter, mandiri dan berdaulat. "Karenanya topik orasi saat ini yaitu Pembangunan Manusia Untuk Mewujudkan Indoensia yang Berkarakter, Mandiri dan Berdaulat, tepat," katanya.

"Bukan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang selama ini digembar-gemburkan. Karena konotasi SDM bisa objek, bukan subjek yang turut menentukan masa depan negara dan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, dia juga mengritisi rencana pembanguna yang terfukos pada sumber daya alam (SDA). Sebab menurut dia, cara tersebut peninggalan kolonial.

"Memang betul secara retorika, perhatian terhadap SDA seakan nasionalis. Tapi pola pikir sama dengan kolonialis," demikian Anies Baswedan.

Sebelumnya Ketua Tim Pemenangan Jokowi - JK Kalsel Mardani H Maming mengkritisi kebijakan pemerintah mengenai kelistrikan atau energi nasional, yang dianggap masih kurang keberpihakan kepada masyarakat golongan menengah ke bawah dan kemajuan pembangunan daerah.

Mardani yang juga Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel membandingkan penggunaan PLTD yang tak akan meringankan beban rakyat, sementara pembangunan PLTU masih kurang mendapat perhatian, padahal bisa penghematan anggaran dan meringankan beban masyarakat.

"Jokowi - JK akan perhatikan PLTU, dimana sumber daya untuk pembangkit banyak terdapat di Kalsel, termasuk di `Bumi Bersujud` Tanbu. Karena itu tidak salah kalau kita memilih Jokowi - JK sebagai presiden dan wakil presiden RI mendatang," demikian Mardani. ***1***

Biqwanto

(T.KR-SHN/B/B012/B012) 26-06-2014 16:48:00

Pewarta: Oleh Syamsuddin Hasan
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026