Seorang ibu rumah tangga Ummi Khairunnisa, di Kotabaru, Selasa mengatakan, kenaikan harga sembako sudah terjadi sudah lebih sepekan terakhir.
"Tidak tahu, apakah kenaikan barang sembako itu terkait akan naiknya gaji PNS atau karena menjelang Ramadan 1435 Hijriah," katanya.
Tetapi yang pasti, hampir semua barang kebutuhan sehari-hari di Pasar Kemakmuran Kotabaru cenderung naik, baik barang yang didatangkan dari luar Kotabaru maupun barang kebutuhan yang cukup disediakan dari hasil bumi di Kotabaru.
Beras kualitas sedang, yang biasanya seharga kisaran Rp175.000 per zak isi 20 kg, naik menjadi Rp198.000 per zak, dan telur ayam ras yang biasanya seharga Rp1.100 per biji, naik menjadi Rp1.300 per biji.
"Daging ayam yang biasanya seharga Rp35 ribu per ekor untuk ukuran sedang, kini naik menjadi Rp55 ribu per ekor," kata seorang kepala keluarga H Rahmad.
Bukan hanya daging ayam yang mengalami kenaikan, harga ikan hasil tangkapan nelayan lokal juga naik drastis.
"Tidak tahu apakah kenaikan harga ikan semua jenis, disebabkan menjelang ramadan, ataukah karena gelombang tinggi, tetapi yang pasti sudah lebih sepakan harga ikan semuanya naik," terang dia.
Ikan jenis peda yang biasanya seharga Rp7.500 per ekor, naik menjadi sekitar Rp12.000 per ekor, untuk ukuran besar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Serta Koperasi, H Zainal Arifin, hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait kenaikan harga sembako di sejumlah pasar di Kotabaru.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.