"Yang namanya persaingan politik, wajar-wajar saja kalau tim pemenangan Jokowi - JK memperbanyak atribut kampanye di `kantong` pesaingnya," ujar Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah, di Banjarmasin, Senin.
"Atribut pasangan calon presiden Prabowo dan calon wakil presiden Hatta pun tak tertutup kemungkinan pula lebih banyak terpasang di kantong-kantong Jokowi - JK," lanjut Kolonel Infantri purnawirawan itu menjawab Antara Kalsel.
Pendapat pensiunan perwira menengah TNI-AD itu terkait dengan lebih banyaknya artibut kampanye pasangan Jokowi - JK daripada pasangan Prabowo - Hatta di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel.
Padahal "Bumi Antaluddin" HSS dan "Bumi Murakata" HST merupakan kantong Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjadi anggota koalisi "Merah Putih" pendukung pemenangan Prabowo - Hatta pada pilpers dan pilwapres 9 Juli 2014.
Di dua kabupaten bertetangga HSS dan HST tersebut, atribut kampanye berupa spanduk dari pasangan Jokowi - JK tampak terpampang hampir pada setiap tempat di tepi jalan dengan jarak tidak terlalu jauh.
Berbeda dengan atribut kampanye pasangan Prabowo - Hatta, yang jarang terlihat atau dengan jarak cukup jauh, baru ada spanduk atau baliho mini capres dan cawapres bernomor urut satu (1) pada pilpres dan pilwapres tahun 2014.
Sementara itu, anggota komunitas wartawan parlemen atau Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel berpendapat, wajar atribut Jokowi - JK banyak bertebaran di daerah hulu sungai atau dua kabupaten bertetangga tersebut.
Pasalnya di daerah hulu sungai atau "Banua Aman" Kalsel tersebut pada 15 Juni 2014 berlangsung deklarasi relawan pendukung Jokowi - JK, yang dipusatkan di Lapangan Dwiwarna Barabai, ibu kota HST (165 km utara Banjarmasin), ujar anggota JPC.
Sebelumnya seorang pengamat sosial politik di Kalsel Nurul Lathifah mengaku heran di daerah HSS dan HST yang merupkan kantong Partai Golkar dan PKS tersebut lebih banyak atribut kampanye pasangan Jokowi - JK dari Prabowo - Hatta.
"Apakah memang Tim Kampanye Daerah (Timkamda) Prabowo - Hatta Prov Kalsel belum melakukan gerakan secara maksimal, sehingga terkesan kalah cepat dibandingkan dengan Tim Pemenangan Jokowi - JK di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut," demikian Nurul..
Sedangkan beberapa ibu rumah tangga di daerah hulu sungai tersebut, antara lain Idah dan Kibah menyatakan, walau atribut Jokowi banyak, dia tetap akan memilih Prabowo.
Alasan ibu rumah tangga dari pedesaan yang warga tani itu cukup sederhana sebab tidak akan memilih Jokowi, yaitu tak melaksanakan amanah dengan baik dan benar.
Sebagai contoh, ujar mereka, mantan Wali Kota Solo, Jawa Tengah itu seakan mau lari dari tanggung jawab membangun DKI Jakarta. "Semestinya selesaikan dulu amanah rakyat Jakarta yang memilih/memenangkannya selama lima tahun," lanjut ibu dari tiga anak tersebut.
"Mana prestasi Jokowi dalam menangani DKI, kecuali Pasar Tanah Abang, itupun belum tuntas betul. Begitu pula masalah angkutan di Ibu Kota tersebut belum tertangani dengan baik dan benar," demikian Idah dan Kibah.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.