...disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,07 persen,"
Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Dyan Pramono Effendi mengungkapkan, nilai tukar petani di provinsinya pada Mei 2014 turun lagi sebagaimana bulan sebelumnya (April 2014).


"Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalsel pada Mei 2014 tercatat 100,12 atau turun 0,58 persen dibandingkan April 2014, dan April 2014 turun 0,50 persen dibandingkan Maret 2014," ungkapnya di Banjarmasin, Senin.

Turunnya NTP Kalsel Mei 2014 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan sebesar 0,07 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen.

Dilihat dari subsektornya, empat subsektor pertanian yang mengalami penurunan NTP, dan hanya satu subsektor mengalami kenaikan NTP pada Mei 2014.

Subsektor pertanian yang mengalami penurunan, yaitu Holtikultura turun 0,81 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 2,13, Peternakan 0,02 persen dan subsektor Perikanan turun sebesar 0,17 persen.

Sedangkan subsektor Pertanian Tanaman Pangan mengalami kenaikan NTP sebesar 0,09 persen, lanjutnya dalam Jumpa Pers di Kantor BPS Kalsel Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada Mei 2014, yaitu terjadinya inflasi pedesaan di Kalsel sebesar 0,65 persen akibat naiknya indeks pada subkelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen, serta subkelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,24 persen.

Selain itu, yang mengalami kenaikan subkelompok perumahan 0,70 persen, sandang 0,50 persen, kesehatan 0,35 pesen, subkelompok pendidikan, rekreasi & olahraga 0,20 persen, serta subkelomok transportasi dan komunikasi naik 0,14 persen.

Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Mei 2014 sebesar 102.94 atau turun sebesar 0,20 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnnya.

Pada Mei 2014, secara nasional, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,40 persen, sebaliknya Prov Riau mengalami penurunan NTP terbesar yaitu 1,40 persen.


Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026