Agar hasil panenanya lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi,"Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Tarjun, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggandeng Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin untuk membantu petani desa binaanya agar meninggalkan penggunaan pupuk kimia.
Kepala Departement Coorporate Social Responsibility Indocement Tarjun, Teguh Iman Basoeki, Kamis mengatakan, perusahaan berusaha untuk menggugah minat masyarakat untuk bercocok tanam, dan mengurangi menggunakan pupuk kimia.
"Agar hasil panenanya lebih baik dan sehat untuk dikonsumsi," kata Teguh, melalui siaran persnya, kepada petani sayuran yang tengah mendapatkan pelatihan dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin.
Oleh karenanya, lanjut dia, perusahaan mencoba mensinergikan program pertanian dengan peternakan, agar petani bisa memanfaatkan kotoran ternak untuk menjadi pupuk organik, bagi tanamannya.
Target dari kerja sama dengan Unlam tersebut, menurut Teguh, agar petani mampu meningkatkan hasil panenanya, untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di desa binaannya.
Kedepan perusahaan akan terus membina warganya, agar lahan-lahan kosong yang dimiliki warga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, guna peningkatan pendapatan masyarakat sekitar," imbuhnya.
Selain memberikan bantuan bibit, obat-obatan, dan bibit, perusahaan juga memberikan pinjaman bergulir kepada para petani di dersa binaanya untuk modal bercocok tanam.
Melalui program CSR, perusahaan juga memberikan pelatihan untuk teknologi terapan sederhana untuk pemberdayaan warga sekitar operasional perusahaan.
Instruktur pelatihan dari Unlam, Yudi Akhmad Gazali, mengatakan, materi yang disampaikan terkait dengan jenis tanah, pengelolaan tanah untuk budidaya pertanian yang baik.
Pemahaman kepada petani tentang cara menjaga kesuburan tanah, penanaman, jenis-jenis pupuk, hama dan penyakit tanaman, pemeliharaan, serta analisa usaha dan pemasaran.
"Dengan pelatihan petani akan mendapatkan pengetahuan baru dan informasi baru dalam rangka memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana cara pengelolaan tanah, yang harusnya mereka lakukan secara tepat supaya sasaran memproduksi tanaman yang baik dari sisi kuantitas maupun kualitas," tuturnya.
Terkait dengan aspek pemupukan, agar dilakukan dengan baik dan benar jadi selama ini dilakukan kurang tepat karena pengetahuan yang kurang, kini mereka telah mengetahuinya dan semoga pelatihan ini menjadi wadah keberlanjutan.
Keinginan mereka untuk mengembangkan usaha ini sangat baik apalagi lingkungan sekitar mereka mendukung usaha ini dan lahan yang ada cukup serta kebutuhan air cukup juga mereka mendapat dukungan perangkat desa.
Kami berharap petani dapat menerapkan pengetahuan yang telah disampaikan agar cara bertani mereka tepat sehingga hasilnya sesuai yang mereka harapkan.
Kedepan akan dilakukan pendampingan agar usaha ini terus berjalan sesuai dengan harapan, bila nanti petani masih ada menemukan kesulitan-kesulitan dilapangan maka kami siap untuk membantu dan memberikan jalan yang terbaik untuk petani.
Peserta asal Desa Tegalrejo, Agus Effendi mengatakan, cukup berterima kasih kepada perusahaan yang mengdakan pelatihan dan penggunaan pupuk organik, karena selama ini mereka menggunakan pupuk kimia yang kini harganya juga cukup mahal.
Kepala Desa Tegalrejo, H Harijanto, mengakui, banyak warganya, khususnya petani lebih tertarik untuk bertani, terutama perkebunan sawit, sehingga banyak lahan di desa dimanfaatkan untuk tanam sawit, karena lebih menjanjikan dari segi ekonomi dan perawatan juga mudah.
"Kami terus berusaha agar warga desa lebih berminat pada pertanian termasuk jenis sayuran agar tidak terjadi kekurangan di desa ini"./e
Pewarta: Imam HanafiEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.