Hal itu disampaikan Ketua Pansus II bidang ekonomi keuangan, Muhammad Ihsanudin usai rapat internal Pansus II di Banjarmasin, Senin.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini penopang terbesar PDRB di provinsi yang kini berpenduduk sekitar 3,6 juta berasal dari pertambangan yang mencapai 21,91 persen, disusul pertanian urutan kedua atau 21,33 persen.
"Seharusnya yang menjadi penopang utama PDRB itu pertanian bukan pertambangan, kebijakan pembangunan ini sudah salah arah," katanya.
Padahal dalam visi misi pembangunan jangaka panjang atau sampai 2025, arah pembangunan provinsi kaya sumber daya alam ini adalah penguatan agro industri atau sektor pertanian.
Sebelumnya, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, dalam LKPj 2010 mengungkapkan, sampai saat ini sektor pertambangan menjadi penopang terbesar PDRB Kalsel.
Hal tersebut terlihat kata dia, kenaikan pertumbuhan ekonomi dari 5,29 persen pada 2009 menjadi 5,58 persen pada 2010 sebagian besar ditopang dari sektor pertambangan sebesar 21,91 persen.
Kemudian baru pertanian pertanian 21,33 persen, perdagangan, hotel dan restoran 15,30 persen.
Selain itu, sektor jasa-jasa 10,93 persen, industri 9,58 persen, pengangkutan dan komunikasi 9,09 persen, bangunan/konstruksi 6,10 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 0,59 persen.
PDRB per kapita Kalsel pada 2010 mencapai Rp15,94 juta dengan laju peningkatan sebesar 11,46 persen dibandingkan PDRB perkapita tahun 2009 yang hanya Rp14,30 juta.
Sedangkan untuk ekspor pada 2010, tambah Gubernur, dari segi nilai mencapai 6,5 miliar dolar AS lebih atau naik sebesar 24,60 persen dibandingkan dengan tahun 2009 yang hanya 5,2 miliar dolar lebih.
Primadona ekspor Kalsel 2010 juga masih didominasi produk tambang dengan nilai 5,6 miliar dolar lebih, kemudian produk sawit dan turunannya 488 juta dolar lebih, serta produk kayu 296,5 juta dolar lebih.
Kemudian produk karet alam 139 dolar juta lebih, produk rotan 18,7 juta dolar lebih, produk perikanan enam juta dolar lebih dan produk lain-lain 2,9 juta dolar lebih.
Sedangkan tujuan ekspor tambah Rudy antara lain China, Jepang, India, Taiwan dan Korea Selatan.(shn/B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.