Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan H Budiman Mustafa mengajak semua elemen masyarakat di provinsi untuk mengingat kembali ajakan Bung Karno, Presiden pertama Republik Indonesia, agar jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah).Â
"Ajakan atau peringatan Presiden pertama RI Ir Soekarno itu sebenarnya punya makna penting bagi kelangsungan negara dan bangsa Indonesia dalam menatap masa depan yang lebih baik," ujarnya menjawab Antara Kalsel, di Banjarmasin, Selasa.
Jasmerah sebuah judul dari salah satu pidato Bung Karno, sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia, menjelang akhir masa kepemimpinannya selama 20 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
Pasalnya, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, belakangan ada kecenderungan orang melupakan atau lupa sejarah, seperti sejarah nasional dan daerah, termasuk di Kalsel.
Sebagai contoh, peringatan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan 17 Mei 1949, belakangan sangat kurang gaungnya bila dibandingkan masa lalu atau sebelum tahun 1990-an.
"Kekurang perhatian atau gaung peringatan Proklamasi 17 Mei bisa berdampak terlupakannya peristiwa sejarah penduduk Kalimantan 65 tahun lalu yang penuh makna bagi tetap tegak dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.
Contoh lain peristiwa bersejarah yang bersifat lokal/daerah yaitu pemberontakan penduduk Kalsel di Batakan (125 km timur Banjarmasin) Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada 9 April atas upaya Belanda untuk kembali menjajah Indonesia.
Sejarah nasional antara lain yaitu pertemuan para pendahulu perintis perjuangan Indonesia Mereka 20 Mei 1908 yang kemudian dikenal dengan nama Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), yang pada masa lampau tiap tahun diperingati dengan penuh hikmat dan beragam kegiatan memaknai hari bersejarah tersebut.
"Nah hari-hari bersejarah nasional dan daerah/lokal tersebut belakangan hampir terlupakan. Kalaupun ada peringatan, gaungnya sangat kurang dan tidak seperti tempo dulu tepat waktu (sesuai hari H-nya), terkecuali Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus," ujarnya.
Padahal menurut pensiunan pegawai dinas kesehatan yang sudah berusia 60 tahun lebih itu, peringatan hari-hari bersejarah tersebut secara rutin dan tepat waktu sebagai salah satu upaya menanamkan rasa nasionalisme dan herois dalam membangun negara dan bangsa ini.
"Oleh sebab itu jangan heran dan salahkan generasi muda atau generasi mendatang nasionalisme mereka menurun, seiring dengan semakin berkurangnya peringatan hari-hari bersejarah nasional dan daerah/lokal," tandas putra dari Mustafa, seorang pejuang pemberontakan Batakan tersebut.
 "Karena bagaimana mereka untuk memetik hikmah dari sejarah nasional dan daerah/lokal yang penuh makna itu, sementara kesejarahan tersebut tak mereka ketahui, seperti melalui peringatan-peringatan," demikian Budiman Mustafa. Â
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.