Tanjung, (Antaranews.Kalsel) - Sebanyak 25 siswa asal Tabalong, Kalimantan Selatan menerima program beasiswa utusan daerah (BUD) ke Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilaksanakan oleh PT Adaro Indonesia.
"Program BUD - IPB dari PT Adaro Indonesia sudah dilaksanakan sejak 2010 dan saat ini sebanyak 25 siswa asal Tabalong menuntut ilmu di IPB melalui progran ini," kata Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan dan Menengah, Dinas Pendidikan Tabalong, Sujadi, di Tanjung.
Sujadi menambahkan semua biaya perkuliahan di IPB ditanggung sepenuhnya oleh PT Adaro Indonesia melalui program corporate social responsibility (CSR) dengan alokasi sekitar Rp24 juta per orang.
Program BUD - IPB juga diberikan kepada siswa berprestasi dari kabupaten Balangan dan Barito Timur yang termasuk bagian dari wilayah operasional PT Adaro Indonesia.
Pada 2010 penerima BUD berjumlah 10 orang dari Tabalong dan pada 2011 diberikan kepada 25 orang yang berasal dari Balangan, Tabalong dan Barito Timur.
Penerima beasiswa juga diberikan fasilitas tempat tinggal berupa asrama untuk tahun pertama dan bantuan tambahan biaya hidup sebesar Rp5 juta per tahun per orang.
Sementara itu guna mempercepat terwujudnya kerja sama penyelenggaraan program studi di luar domisili
kalangan akademi komunitas Tabalong beserta Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani melakukan kunjungan ke rektorat IPB beberapa waktu lalu.
Bupati Tabalong didampingi Plt Sekda, Marzuki Hakim, Kepala Bappeda, Erwan Mardani, Kadisdik Dimyati dan sejumlah kepala sekolah menemui rektor IPB Heri Suharyanto.
"Kami berharap pelaksanaan program studi di luar domisili akademi komunitas di Tabalong cepat terwujud," jelas Anang.
Sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 20 tahun 2011 tentang penyelenggaraan program studi di luar domisi perguruan tinggi, persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya mampu melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara utuh, konsisten, dan berkelanjutan.
Termasuk memperoleh akreditasi A bagi perguruan tinggi penyelenggaran untuk program studi yang sama di domisili perguruan tinggi tersebut.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.