Tanjung,  (Antaranews Kalsel) - Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai mengembangkan budi daya padi dengan metode "system of rice intensification" (SRI) di tiga kecamatan.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Peternakan dan Perikanan (Distanakkan) Tabalong Syam`ani di Tanjung, Kamis, mengatakan pengembangan metode SRI diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi hingga dua kali lipat.

"Pengembangan metode SRI kami laksanakan di tiga kecamatan, yakni Banua Lawas seluas 60 hektare, Muara Uya 100 hektare dan Jaro 340 hektare sebagai salah satu upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi," jelas Syam`ani.

Dengan metode ini, tambah Syam`ani, akan meningkatkan fungsi tanah sebagai media tumbuh dan sumber nutrisi tanaman selain produk padi yang dihasilkan akan bebas dari bahan kimia berbahaya.

Tabalong menargetkan produksi padi 152.773 gabah kering giling (GKG) dan produktivitas 4,63 ton/hektare dengan sasaran tanam padi baik padi sawah dan ladang seluas 34.000 hektare, jagung 500 hektare dan kedelai 500 hektare.

Syam`ani menambahkan untuk mencapai sasaran produksi pangan tersebut juga dilaksanakan optimasi lahan seluas 500 hektare di empat kecamatan yaitu Pugaan 50 hektare, Banua Lawas 375 hektare, Muara Harus 25 hektare dan Muara Uya 50 hektare.

Termasuk kegiatan pendampingan sekolah lapang tanam terpadu (SL-PTT) padi di tingkat kelompok tani seluas 18.000 hektare, baik padi sawah maupun padi ladang, jelasnya.

"Kegiatan SLPTT padi terbagi tiga jenis kawawasan, yaitu kawasan pertumbuhan, pengembangan dan pemantapan yang tersebar di 12 kecamatan," jelas Syam`ani.

Pewarta: Herlina Lasmianti
: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026