Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - DPW Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kalsel meminta pemerintah daerah memperhatikan kesenian Senoman Hadrah yang sekarang dirasakan mulai tergerus zaman, eksistensinya mulai sangat berkurang. Padahal kesenian bermuatan relegi ini asli kesenian banua.
Ketua DPW Lasqi Kalel Mujahidin, di Banjarmasin Selasa mengatakan, grup kesenian senoman hadrah belakangan ini mulai terus berkurang keberadaannya di banua, bahkan di ibu kota Kalsel ini saja yang dia ketahui masih bertahan untuk tetap bisa eksis tinggal 2 grup lagi.
Selebihnya, lanjut Mujahidin, ada dibeberapa kabupaten/kota saja lagi, yakni, di Kabupaten Banjar ada 6 grup, Banjarbaru 1 grup, Batola 1 grup, dan Kotabaru 1 grup.
“Semua grup senoman hadrah ini juga jarang tampil, terkecuali di acara-acara tertentu, misalnya masih memeriahkan acara pengantenan,†ujarnya kepada Antara, Selasa, 22-4-2014 di Taman Budaya Kalsel.
Dia menyatakan, mempertahankan kesenian senoman hadrah ini terbilang cukup berat dari kesenian lainnya, sebab palingtidak harus melibatkan 20 orang seniman yang melaksanakannya.
“Sekarang ini regenerisi penggiat senoman hadrah mulai sangat berkurang, maklum anak muda sekarang lebih suka menggiat kesenian modern,†paparnya.
Dengan mulai berkembangnya musik-musik modern diberbagai acara, kesenian senoman hadrah yang mulai terpinggirkan, hanya sebagian kecil masyarakat saja lagi yang memerlukan kehadirannya untuk memeriahkan acara hajatan.
Bahkan pemerintah daerah juga berbuat demikian. Dia berharap, kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesenian ini tidak terus berlanjut. Harus ada tindakan, maka berilah ruang untuk kesenian ini eksis dalam binaan pemerintah daerah.
“Palingtidak setiap ada acara resmi pemerintahan di daerah-daerah harus mengundang dan menampilkan kesenian senoman hadrah, agar mereka penggiat seni ini masih cukup bersemangat melestarikannya,†ungkap Mujahidin.
Jangan hanya, ungkapnya lagi, hanya ada pembinaan kesenian ini dengan cara menggelar festival tahunan, yang diketahui pesertanya terus berkurang setiap tahunnya. “Tahun tadi saja hanya 12 grup yang ikut, berkurang dari tahun lalu, bisa saja tahun ini sudah kurang dari 10 grup,†ucapnya.
Pewarta: SukarliEditor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026