Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Selatan Ibnu Sina menyatakan, optimistis pada Pemilihan Umum legislatif tahun 2014 mampu menambah dua kursi di DPRD tingkat provinsi tersebut.
"Kami optimistis bisa menambah dua kursi di DPRD Kalsel, sehingga dapat pula mengusung sendiri untuk pencalonan kepala daerah provinsi setempat nanti," katanya di Banjarmasin, Kamis.
Anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu berkeyakinan, hasil Pemilu legislatif 2014 yang mereka capai lebih baik dari Pemilu 2009 yang menempatkan partai politiknya pada urutan ketiga dalam perolehan suara di provinsi tersebut.
Pada Pemilu 2009, PKS berhasil menempatkan tujuh orang kadernya di DPRD Kalsel yang beranggota 55 orang atau sama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Nah, selama lima tahun berkiprah membela atau memperjuangkan kepentingan masyarakat, maka kami yakin masyarakat Kalsel tetap memberikan dukungan terhadap PKS," ujar mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.
Ia mengungkapkan, pada Pemilu 2009, semua daerah pemilihan (dapil) Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut ada wakil rakyat dari PKS yang duduk di provinsi itu.
"Bahkan pada dapil IV Kalsel yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), PKS berhasil menempatkan dua kader untuk menjadi anggota DPRD tingkat provinsi tersebut," ungkapnya.
Sementara untuk anggota DPR-RI, lanjut alumnus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang berkampus di Banjarbaru itu, PKS juga berkeyakinan bisa kembali menempatkan kader, minimal dua orang, sebagaimana hasil Pemilu 2009. "Kader PKS yang diperkirakan kembali masuk `Senayan` (jadi anggot DPR-RI) masing-masing Habib Aboe Bakar Al Habsyie untuk dapil Kalsel 1 dan Habib Nabiel Fuad Almusawa dari dapil Kalsel 2," tambahnya.
"Kedua habib yang merupakan keturunan dari Rasulullah Muhammad Saw itu, tampaknya sudah menyatu dengan masyarakat Kalsel yang terkenal agamis," demikian Ibnu Sina.
Keanggotaan DPRD Kalsel hasil Pemilu 2009 yang berjumlah 55 orang itu terdiri 10 dari Partai Golkar, Partai Demokrat sembilan, PPP dan PKS masing-masing tujuh orang.
Kemudian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bintang Reformasi (PBR) masing-masing lima, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiga orang.
Selain itu, dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dua orang, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) masing-masing satu orang.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.