Barabai, (Antaranews.Kalsel) - Atribut calon anggota legislatif, baik untuk tingkat pusat maupun provinsi serta kabupaten di daerah hulu sungai atau "Banua Anam" Kalimantan Selatan pada H-4 pencoblosan Pemilihan Umum 2014, sudah mulai menghilang.
Wartawan Antara Kalsel yang melakukan perjalanan ke Banua Anam, Sabtu melaporkan, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sejumlah atribut calon anggota legislatif (caleg), terutama dari Partai Hati Hurani Rakyat (Hanura), sudah tidak tampak lagi.
Salah seorang calon anggota DPRD HST dari Hanura H Muhammad Arsyad ketika dihubungi menyatakan, dirinya segera melepas atribut caleg karena tak ingin melanggar peraturan Pemilu 2014.
"Walau batas akhir pemasangan atribut caleg pada 5 April 2014 sampai pukul 24.00 Wita, tapi kegiatan melepas atribut tersebut sudah kami mulai sejak pagi," ujar caleg dari daerah pemilihan (dapil) I HST itu.
"Memang dapil I HST hanya meliputi tiga Kecamatan Barabai, Batu Benawa dan Kecamatan Hantakan, tapi sebarannya cukup banyak, sehingga memerlukan waktu banyak untuk melepas atribut caleg tersebut," lanjutnya.
Pasalnya caleg dengan nomor urut satu (1) dapil I HST dari Hanura itu, khawatir kena sanksi diskualifikasi kalau sampai dianggap melanggar peraturan Pemilu 2014.
"Kita berusaha semaksimal mungkin agar tidak melakukan pelanggaran peraturan Pemilu," lanjut mantan anggota DPRD HST dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) hasil Pemilu 2009 itu.
"Kalau kita sudah menaati peraturan dan berusaha maksimal untuk menjadi anggota legislatif, maka selanjutnya kita berserah diri kepada Nya. Karena manusia punya rencana dan usaha, tapi Allah swt juga yang menentukan," katanya.
Namun calon anggota DPRD HST yang tinggal di pinggiran Pegunungn Meratus itu optimistis terpilih kembali sebagai wakil rakyat melalui partai politik (parpol) yang menggunakan jargon Bersih, Peduli, Tegas tersebut.
"Insya Allah dari pengalaman Pemilu 2009, saya terpilih lagi menjadi anggota DPRD HST. Karena banyak dukungan warga masyarakat, terutama dari wilayah Batu Benawa dan Hantakan," demikian M Arsyad.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.