Banjarmasin, (Antaranews Kalsel ) - Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Haji M. Sabrie Madani meminta agar pihak Golden Tulip mengembalikan 5 ton daging itik beku yang didatangkan dari Jakarta beberapa waktu lalu.
"Hal itu mengingat saat ini Pemerintah Kalimantan Selatan sedang memberantas virus flu burung yang menyerang pada itik," kata Kadisnak di Banjarmasin, Rabu.
Pihaknya sangat menyayangkan terhadap lolosnya 5 ton daging itik beku tersebut masuk Kota Banjarmasin pada saat daerah ini sedang melakukan pembersihan terhadap virus H5N1 yang menyerang itik.
"Sejak 12 Maret kita telah menyatakan bahwa Kalsel tertutup bagi masuknya ternak ataupun daging itik, khususnya dari beberapa daerah ke Kalsel karena daerah ini sedang mengalami serangan virus flu burung," katanya.
Selain itu, ternak unggas, terutama itik, juga dilarang keluar dari Kalsel untuk menghindari penyebaran virus ke daerah maupun provinsi lain.
Ia berharap seluruh pihak bisa menaati komitmen tersebut untuk mengembalikan Kalsel sebagai daerah bebas flu burung.
Penutupan akses keluar-masuknya unggas dari dan ke Kalsel tersebut, tambah dia, berdasarkan persetujuan pemerintah pusat, berlaku hingga satu bulan atau hingga 12 Februari.
"Artinya, dalam masa itu, tidak boleh ada itik ataupun daging dari luar daerah ke Kalsel sehingga seharusnya 5 ton daging itik yang masuk ke Golden Tulip segera dikembalikan," katnaya.
Langkah tersebut, kata dia, untuk menghindari kemungkinan kembalinya virus flu burung yang mungkin juga terdapat pada daging beku tersebut mengingat saat ini beberapa provinsi juga terserang oleh virus mematikan tersebut.
Menurut Sabrie, saat ini serangan virus flu burung pada lima kabupaten relatif mereda. Artinya, tidak ada lagi informasi adanya itik yang mati mendadak setelah seluruh dan peternak melakukan langkah-langkah pencegahan dan pembersihan kandang.
Kendati demikian, kata dia, seluruh pihak tetap harus waspada terhadap kemungkinan kembalinya virus yang telah mematikan sekitar 20.000 ekor itik dalam waktu kurang dari dua minggu.
Sebelumnya, berdasarkan hasil uji laboratorium, lima kabupaten, yaitu Tanah Laut, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tabalong positif terserang virus H5N1 atau flu burung.
Sabrie di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, "Kami belum tahu secara pasti dari mana asal virus tersebut apakah dari Tanah Laut atau Kabupaten Hulu Sungai Tengah karena kedua kabupaten tersebut terserang pada waktu hampir bersamaan."
Sejak terjadi serangan flu burung dua pekan terakhir hingga kini kematian itik sudah mencapai lebih dari 20.000 ekor, dan diperkirakan jumlah tersebut masih akan terus bertambah mengingat kematian unggas itu masih terus berlangsung.
Langkah-langkah yang kini dilakukan oleh Dinas Peternakan adalah mengirimkan disinfektan ke seluruh peternak, terutama yang terserang virus flu burung dengan total 50 ton.
Selain itu, seluruh peternak diminta untuk mengubur itik yang mati dan membakar yang masih hidup serta rutin membersihkan kandang sehingga virusnya tidak menular kepada ternak lainnya.
"Virus flu burung yang terjadi saat ini memang khusus menyerang pada itik, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa menyerang ternak lainnya, seperti ayam," katanya.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.