Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sejumlah calon anggota legislatif untuk Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan menyambut Pemilu 2014 tidak menggelar rapat umum atau kampanye terbuka di antaranya karena terbentur biaya besar.


Calon anggota DPD RI asal Kalsel yang tidak menggelar rapat umum itu, antara lain sebagaimana disampaikan Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah dan petahana HM Sofwat Hadi, kepada wartawan di Banjarmasin, Rabu.

Hal serupa disampaikan H Husaini Aliman dan H Mansyah Sabri masing-masing masih sebagai anggota DPRD Kalsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar.

Mereka tidak menggelar rapat-rapat umum sebagaimana partai politik (parpol) yang sudah melakukan kampanye terbuka, antara lain karena masalah teknis yang tidak memungkinkan.

Selain itu, faktor dana untuk menggelar rapat-rapat umum tersebut memerlukan biaya yang relatif besar, sehingga tidak mampu melaksanakannya, ucap Nasib Alamsyah yang adalah Ketua DPRD Kalsel dari Partai Golkar.

Oleh karenanya, sejumlah calon anggota DPD-RI itu lebih memilih dengan cara blusukan atau silaturahmi menemui kelompok-kelompok masyarakat/komunitas tertentu.

Sebagai contoh Sofwat Hadi yang sudah dua periode menjadi anggota DPD-RI itu melakukan silaturahmi dengan pensiunan/keluarga anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII).

Begitu pula Nasib Alamsyah selain mengadakan silaturahmi dengan pensiunan/keluarga besar TNI-AD, juga menghadari setiap undangan peguyuban masyarakat, seperti Kerukunan Keluarga Bakumpai yang merupakan rumpun asal keluarganya.

Sementara Mansyah Sabri lebih fukos menggalakkan kekuatan dari Kerukunan Keluarga Besar (KKB) Murakata, yang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, karena yang bersangkutan ketua paguyuban tersebut.

Namun ada pula calon anggota DPD-RI dari Kalsel yang ikut muncul menampakkan muka pada kegiatan kampanye parpol, walau tidak ikut berkampanye. Karena kalau calon anggota DPD-RI ikut berkampanye dalam kampanye parpol bisa kena tindak pidana Pemilu.

  Dari Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari empat juta jiwa, pada Pemilu 2014 terdapat 17 orang calon anggota DPD-RI.    


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026