Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ikatan wanita pengusaha Indonesia Kalimantan Selatan menggelar pasar murah terpadu untuk membantu sekitar 2.000 warga kurang mampu di Banjarmasin dalam memenuhi kebutuhan pokok yang kini terus naik.
Ketua IWAPI Kalsel Mariati di Banjarmasin, Selasa mengungkapkan, pasar murah tersebut menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak dan lainnya, dengan harga Rp50 ribu per paket, dari seharusnya Rp100 ribu per paket.
"Total nilai kebutuhan bahan pokok tersebut seharusnya Rp100.000, namun kita jual lebih murah hingga 50 persen, jadi harganya tinggal Rp50 ribu," katanya.
Menurut Mariati, pihaknya akan terus berupaya untuk menggelar pasar murah di beberapa daerah yang kondisi perekonomian masyarakat, memang perlu dibantu, bekerjasama dengan Kadin Kalsel.
Terkait masih adanya PNS yang ikut membeli paket sembako murah tersebut, Mariati mengungkapkan, bahwa tidak menutup kemungkinan PNS yang ikut membeli adalah PNS yang masuk katagori kurang mampu, karena mungkin berasal dari golongan yang rendah.
"Tidak menutup kemungkinan ada PNS yang memang masuk katagori kurang mampu, sehingga mereka diberi kupon untuk bisa mendapatkan paket sembako murah," katanya.
Namun demikian, tambah dia, diharapkan ke depan kupon pengambilan sembako murah tersebut bisa diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak ada istilah pasar murah tidak tepat sasaran.
Pasar murah yang digelar sejak pagi hingga siang, dihalaman gedung Sultan Suriansyah, langsung diserbu oleh ribuan warga kurang mampu pemegang kupon sembako dari seluruh kecamatan di Banjarmasin.
Beberapa warga mengaku, paket sembako murah sangat membantu untuk meringankan kebutuhan ekonomi mereka, mengingat saat ini harga sembako cukup mahal.
"Sejak beberapa tahun terakhir, harga sembako kan terus naik, sehingga paket sembako murah ini sangat membantu kami, kalau bisa sering diadakan kegiatan seperti ini," kata Salasiah, warga Banjarmasin.
Selain dengan Kadin, IWAPI juga bekerjasama dengan para distributor untuk menyuplai beberapa kebutuhan pokok yang dijual.
Rencananya, sisa hasil penjualan tersebut, akan kembali dimanfaatkan untuk menggelar pasar murah di kabupaten lainnya, secara bergiliran.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.