Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Ketua DPRD Kalimantan Selatan Kolonel Inf (Purn) Nasib Alamsyah mempertanyakan kelistrikan di provinsinya, karena terkesan tidak sinkron antara kenyataan di lapangan dengan data dari PLN setempat.

"Betulkah kapasitas energi atau daya listrik di Kalsel yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa itu surplus," ujarnya saat berada di ruang kerjanya menjawab pertanyaan wartawan di Banjarmasin, Jumat.

"Memang dengan mengutip data dari PLN setempat, dalam paparannya saat Musrenbang Regional Kalimantan tahun 2014 di Balikpapan, Kaltim itu, Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin mengungkapkan kelistrikan di provinsinya," ungkap pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut.

Dalam paparan tersebut, lanjutnya, kondisi kelistrikan Kalsel daya terpasang 561 Mega Watt (MW), daya mampu 520,9 MW (berdasarkan bulan Desember 2013), dan beban puncak 454,9 MW, sehingga surplus 66 MW.

"Kalau surplus, kenapa saat beban puncak antara pukul 18.00 - 22.00 Wita usaha industri di Kalsel termasuk perhotelan tidak mendapat pasokan daya dari PLN, tapi mereka harus menggunakan Genset sendiri. Nah, apakah itu namanya surplus," katanya.

"Menurut saya, yang namanya surplus bila semua konsumen terpenuhi kebutuhannya, bukan seperti sekarang ini pengusaha perhotelan di Kalsel sulit untuk segera mendapatkan pasokan daya dari PLN. Tidak sebagaimana halnya di Pulau Jawa," lanjutnya.

Menurut mantan Komandan Korem Bone, Sulawesi Selatan yang mencalon sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu, masih banyak persoalan kelistrikan di provinsinya yang masih memerlukan pembenahan, tidak terkecuali masalah ketersediaan daya.

Padahal potensi energi di provinsi tertua di Pulau Kalimantan, juga cukup besar, kendati dengan luas wilayah hanya sekitar 37.000 Km2 atau terkecil dibandingkan Kalbar, Kalteng, Kaltim, dan Kalimantan Utara, demikian Nasib Alamsyah.

Potensi energi di Kalsel terbesar dari batu bara, yaitu sumber dayanya diperkirakan 20,6 miliar ton, cadangan 3,5 miliar ton, dan total produksi 2013 (sampai September) mencapai 826.586.254,54 ton.

Kemudian potensi dari "Coal Bed Methane" (CBM) sebesar 110,6 triliun cubic feat, tersebar di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.

Selain itu, potensi dari air di daerah Kusan Kotabaru (sekitar 300 km timur laut Banjarmasin) mampu menghasillan daya listrik 65 MW.

Sementara potensi energi alternatif antara lain biogas dari kotoran sapi, cangkang sawit pada lahan sekitar 246.682 hektare (ha), serta gabah (kulit padi) sekitar 550.000 ton/tahun dan eceng gondok sekitar 299.000 ha.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026