Oleh Gunawan Wibisono

Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sembilan wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) terjaring saat razia penyakit masyarakat (Pekat) rutin yang dilakukan Unit Patroli Kota Polresta Banjarmasin.


Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Selasa mengatakan, para wanita tersebut terjaring sekitar pukul 02.00 wita, Selasa (4/3) dini hari.

Para wanita itu diamankan di tempat yang berbeda, saat sedang mangkal menunggu lelaki hidung belang yang menghampiri mereka di kawasan jalan Samudera, Jalan Penggadaian dan Jalan Kolonel Sugiono Banjarmasin Tengah.

Dikatakan, sembilan wanita yang diduga sebagai pemuas nafsu pria mata keranjang itu, diantaranya diketahui berinisial, AY (25), ST (30), AN (23), LA (21), AM (22) dam RH (24) serta lainnya, yang mana semua warga Kota Banjarmasin.

"Usai ketangkap dan diamankan mereka semua langsung kita bawa kekantor untuk dilakukan pendataan terkait identitas diri mereka masing-masing," terang pria murah senyum itu.

Untuk sanksi hukumnya diberikan pembinaan, dan yang memenuhi unsur tindak pidana ringan (Tipiring) terpaksa menjalani sidang tipiring di Pengadilan Negeri Banjarmasin,

Hal itu dilakukan agar para wanita yang diduga sebagai PSK itu mendapatkan efek jera dan kedepannya mereka tidak lagi menjajakan cinta satu malam itu.

"Sanksi hukum tetap kita terapkan dan sebelum itu dilakukan mereka semua kita amankan 1X24 jam di ruang Unit Patroli Kota," ucapnya kepada Antara.

Pihak Unit Patroli Kota Polresta Banjarmasin, akan terus dan secara rutin melakukan razia serta patroli kedaerah-daerah yang dianggap rawan terhadap penyakit masyarakat (pekat).

Bukan itu saja, selain melakukan penangkapan terhadap para PSK itu, polisi juga mengamankan tujuh orang pria yang kedapatan mengkonsumsi minuman keras oplosan.

  "Semua penyakit masyarakat yang ada di Kota Banjarmasin akan kita tertibkan dan berantas, karena dengan tidak adanya penyakit masyarakat, maka akan mengurangi tindak kenjahatan atau tindak kriminal lainnya," tutur Haryono.   


: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026