Kotabaru, (Antaranews.Kalsel) - Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serius dalam menyiapkan Kotabaru sebagai tuan rumah Hari Nusantara ke-14 Desember 2014.
Desakan bupati tersebut disampaikan pada rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, di Banjarmasin, Senin, dalam rangka persiapan Hari Nusantara.
Saat ini, kata bupati, salam siaran persnya, Pemkab Kotabaru sudah mengunjungi tujuh Kementerian dan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terkait koordinasi persiapan Hari Nusantara.
Kunjungan tersebut bupati mengkoordinasikan masalah penyiapan sarana, dan prasarana, akomodasi yang nantinya akan disajikan untuk tamu Hari Nusantara.
"Memang belum semua Kementrian terkunjungi, namun saya yakin pada prinsipnya Kementrian yang lain pasti mendukung," tutur Irhami.
Setiap kunjungannya ke Kementerian, Bupati Kotabaru berulangkali mengharapkan, pemerintah pusat melakukan perpanjangan landasan pacu atau runway Bandara Gusti Syamsir Alam, Stagen, Kotabaru.
Hal itu dilakukan guna pengembangan bandara, agar maskapai yang mengoperasikan pesawatnya bisa melakukan penambahan jadwal penerbangan, bisa mengoperasikan pesawat berbadan besar, atau boieng di bandara tersebut.
Rapat koordinasi Pemkab Kotabaru dengan Pemprov Kalsel tersebut juga membahas penetapan Panitia Provinsi, tema dan logo Hari Nusantara.
Irhami mengharapkan, setelah acara Hari Nusasntara berlangsung, Kotabaru tidak hanya dikenal hanya melalui lagu, "Kotabaru Gunungnya Bamega", akan tetapi juga dikenal dengan kekayaan sumber daya alam, dan pariwisata alam, budaya dan baharinya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, kepada Pemkab Kotabaru sebagai tuan rumah hari Nusantara 14 yang disampaikan Sekda Provinsi, M. Ashadi.
Ia menginginkan Pemkab Kotabaru tetap fokus, dan menekankan kepada Instansi terkait agar tetap terus berkoordinasi dan bekerja sama dalam hal pematangan menghadapi Hari Nusantara.
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.