Kotabaru, (Antaranews Kalsek) - Sebanyak 450 Kepala Keluarga (KK) korban banjir di Desa Sungai Bali Kecamatan Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, bergotong royong membersihkan lumpur, sampah, dan ranting pohon yang terseret banjir masuk ke lingkungan tempat tinggal.
"Warga di empat RT di Sungai Bali, mulai Kamis pagi melakukan gotong royong membersihkan tempat tinggal, dan lingkungannya dari sampah dan ranting yang terseret banjir," kata Plt Camat Pulau Sebuku, Abdul Wahid, di Kotabaru, Kamis.
Dikatakan, curah hujan tinggi hampir 24 jam sejak Selasa (4/2), di wilayah Pulau Sebuku, menyebabkan ratuan rumah di empat RT di Sungai Bali terendam hingga lutut orang dewasa.
Empat RT yang terendam dan dihuni sekitar 450 kepala keluarga tersebut adalah, RT 1, II, III dan IV.
"Sedangkan RT V yang berada di Gunung Halaban tidak terendam," jelas Wahid.
Selain menyebabkan banjir, curah hujan tinggi juga menyebabkan bendungan pencucuian bijih besi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) meluap.
"Pihak perusahaan langsung terjun ke lapangan, untuk memperbaiki bendungan yang meluap," kata Wahid.
Perusahaan siap bertanggungjawab atas meluapnya bendungan tersebut, dengan membangun dapur umum di tiga tempat.
"Selain dapur umum, kami juga menyediakan posko pengobatan yang dibangun di lingkungan masyarakat Sungai bali," kata Resources Development PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) ID Ketut Dharmaja.
Dapur umum dan pos kesehatan akan disiapkan untuk warga hingga sepekan kedepan, tambahnya.
Ketut menambahkan, bendungan tersebut sudah beberapa waktu tidak digunakan untuk melakukan pencucian bijih besi, karena perusahaan tidak berproduksi.
Ketua Teknik Tambang (KTT) PT SILO, Wily, hingg asaat ini belum berhasil dikonfirmasi, terkait meluapnya bendungan pencucian bijih besi
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.