Kotabaru, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan, H Rudi Ariffin mengkhawatirkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap Pemilihan Umum Legislatif pada April 2014 hanya 40 persen.
"Kita khawatir tingkat partisipasi masyarakat hanya 40 persen, karena pada Pilkada di Kabupaten Tabalong tingkat partisipasi masyarakat sekitar 60 persen," ujarnya.
Lantas bagaimana dengan legitimasi hasil Pemilu, apabila partisipasi masyarakat hanya 40 persen.
Menurut Gubernur, dengan 40 persen hasil Pemilu tetap syah, hanya saja legitimasinya saja yang dipertanyakan.
Agar hal itu tidak terjadi, tugas penyelenggara, pemerintah, caleg berperan aktif melakukan sosialisasi pentingnya pemilu dan manfaatnya bagi masyarakat dan pemerintahan.
Pemerintah melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), harus giat dan melibatkan diri untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Terutama bagaimana masyarakat mau menggunakan hak suara untuk memilih wakil-wakilnya yang akan duduk di legislatif.
Gubernur menambahkan, pada pemilihan umum langsung pertama 1999 dan 2005 tingkat partisipasi masyarakat lebih dari 80 persen.
"Karena saat itu masyarakat merasa jenuh dan ingin sebuah perubahan," ujarnya.
Tetapi belakangan ini, beberapa kasus pemilu tingkat partisipasi cenderung menurun.
Rudi berharap dengan 12 Partai Politik peserta pemilu, lebih sedikit dari Pemilu sebelumnya dan atas keterlibatan semua pihak, bisa mendongkrak kesadaran dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memilih wakilnya.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.