Oleh Yose Rizal

Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sepanjang Kamis, mulai surut Jumat sehingga masyarakat sudah bisa menjalankan aktivitasnya.

"Kami sudah cek ke lapangan dan melihat ketinggian air berkurang dan kawasan yang sebelumnya digenangi air sudah normal," ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Jumat di sela kunjungan ke lokasi banjir.

Sebelumnya, ketinggian air di lokasi banjir Kecamatan Cempaka mencapai dua meter, sedangkan di lokasi lain ketinggian air bervariasi antara 50 centimeter hingga 1,5 meter sehingga melumpuhkan aktivitas warga.

Ia mengatakan, rumah penduduk yang terendam mencapai ratusan unit sehingga menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah akibat banyaknya barang berharga yang tidak sempat diselamatkan.

Menurut dia, pihaknya menunggu pendataan yang dilakukan kelurahan dan kecamatan kemudian memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga yang menjadi korban banjir terparah selama kurang lebih 20 tahun terakhir itu.

"Bantuan sudah disiapkan Pemko terutama bahan makan, tetapi kami juga menyiapkan bantuan lain yang disesuaikan kebutuhan warga seperti peralatan memasak dan alat tulis bagi anak sekolah," ucapnya.

Selain Ogi, pejabat Pemkot yang terjun langsung ke lokasi banjir adalah Sekretaris Daerah Kota Syahriani yang mengunjungi lokasi banjir di Kampung Batuah Kelurahan Kemuning dan Gang Keluarga Kelurahan Loktabat Selatan.

Sekda dalam kunjungannya ke Kampung Batuah melihat infrastruktur jembatan yang dibangun masyarakat secara swadaya putus diterjang banjir akibat hujan lebat yang mengguyur selama lebih dari sepuluh jam.

Sedangkan di Gang Keluarga, sekda mengecek jembatan beton yang masih kokoh tetapi di bagian bawah aliran Sungai Kemuning sudah cukup dangkal dan banyak dipenuhi sampah sehingga menghambat jalannya air.

"Langkah cepat yang dilakukan adalah memberikan bantuan makanan bagi korban banjir, kemudian fasilitas umum seperti jembatan yang rusak diperbaiki serta normalisasi sungai mencegah banjir," ujarnya.

Sementara itu, jumlah rumah yang terendam air di Kecamatan Cempaka sebanyak 400 unit yang dihuni 1.690 jiwa dan di Kecamatan Banjarbaru terdata 300 lebih rumah terendam air dengan ketinggian dua meter.

Banjir yang melanda Banjarbaru pada Kamis (9/1) terjadi akibat Sungai Basung di Kecamatan Cempaka dan Sungai Kemuning di Kecamatan Banjarbaru Selatan tidak mampu menampung guyuran hujan.


: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026