Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Arsyadi berharap Pertamina selalu menjaga stok dan memenuhi kebutuhan elpiji di pasaran baik untuk 12 kilogram maupun elpiji subsidi tiga kilogram.
Menurut Arsyadi di Banjarmasin, Kamis langkanya elpiji di pasaran baik yang 12 kilogram maupun tiga kilogram semakin membuat masyarakat menderita dan terjepit.
"Kalau epiji menghilang, sedangkan minyak tanah harganya melambung, apa yang bisa dilakukan masyarakat," katanya.
Terkait keinginan Pemerintah Provinsi untuk menghitung sendiri kebutuhan gas masyarakat Kalsel, kata Arsyadi, pihaknya akan segera membentuk tim yang akan dikoordinasi oleh ESDM dan Disperindag.
"Kita akan koordinasikan terkait rencana penghitungan tersebut dengan dinas terkait, tahun ini juga," katanya.
Begitu juga terkait belum terealisasinya tambahan konversi dari minyak tanah ke gas pada 2013, yang seharusnya lima kabupaten ternyata hanya terlaksana dua kabupaten.
Terkait hal tersebut, tambah dia, pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk mempertanyakan penyebab belum terlaksananya konversi tersebut.
"Belum dilaksanakannya konversi minyak tanah ke gas pada 13 kabupaten dan kota, juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji tiga kilogram," katanya.
Sebelumnya, pada 2013 Pertamina akan menerapkan program konversi minyak tanah ke gas (elpiji) tahap II di lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan dengan demikian kabupaten yang telah melaksanakan konversi menjadi sembilan kabupaten.
Sejak lama Pemerintah mendesak agar pemerintah pusat dan Pertamina mempercepat pelaksanaan konversi gas, menyusul semakin tingginya permintaan gas oleh masyarakat. Konsdisi itu mengakibatkan gas kemasan tiga kilogram langka dan harganya melambung.
Program konversi baru menjangkau empat kabupaten/kota sehingga banyak gas yang dijual di daerah lain yang belum melaksanakan konversi. Dampaknya terjadi kelangkaan dan harga pun melambung.
Lima kabupaten yang akan menjalankan program konversi gas tahap II adalah Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Barito Kuala dan Tanah Laut. Namun hingga kini, baru dua kabupaten di antaranya Kabupaten Barito Kuala yang terealisasi.
Sebelumnya, program konversi gas sudah berjalan sejak akhir 2012 di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Balangan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.