Oleh Syamsuddin Hasan

Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan mengungkapkan, nilai tukar petani di provinsi itu pada Desember 2013 naik 0,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada Desember lalu nilai tukar petani (NTP) di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu tercatat 100,44 atau naik 0,75 persen dibandingkan dengan keadaan November 2013, ungkap Kepala Bidang Distribusi BPS Kalsel Arih, Kamis.

Naiknya NTP Kalsel Desember 2013 disebabkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan 1,11 persen, lebih tinggi dari indeks harga yang dibayarkan petani (Ib), yang juga naik sebesar 0,36 persen.

Dilihat dari subsektornya, ada tiga subsektor pertanian yang mengalami kenaikan NTP dan dua yang mengalami penurnan, ujarnya dalam jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Jalan KS Tubun (Pekauman) Banjarmasin.

Subsektor pertanian yang mengalami kenaikan, yaitu subsektor tanaman pangan 0,10 persen, subsektor hortikultura 0,15 persen, dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 3,17 persen.

Sementara yang mengalami penurunan subsektor peternakan 0,30 persen, serta subsektor perikanan secara umum turun 0,04 persen. Tapi secara khusus untuk nilai tukar nelayan (NTN) pada Desember 2013 naik 0,23 persen.

Faktor lain yang turut mempengaruhi NTP Kalsel pada Desember 2013, yaitu terjadinya inflasi pedesaan di Kalsel sebesar 0,45 persen akibat naiknya indeks subkelompok bahan makanan 0,83 persen.

Selain itu, subkelompok makanan jadi naik 0,01 persen, subkelompok perumahan 0,38 persen, subkelompok kesehatan 052 persen, serta subkelompok transportasi dan komunikasi naik sebesar 0.40 persen.

Untuk Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Kalsel pada Desember 2013 sebesar 102,54 atau naik 0,98 persen dibandingkan NTUP bulan sebelumnya.

Pada Desember 2013, secara nasional, Provinsi Jambi mengalami kenaikan NTP tertinggi sebesar 1,85 persen, sebaliknya terendah Prov Kepulauan Riau mengalami penurunan terbesar 0,74 persen.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026