BP, perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris, adalah pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chip, dengan nilai sahamnya terjun 19,48 persen.
Baca juga: Saham Inggris rontok dampak kekhawatiran dampak Virus Corona
Diikuti oleh saham Royal Dutch Shell Plc B, atau lebih dikenal sebagai Shell, sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris-Belanda anjlok 18,23 persen, serta saham Royal Dutch Shell Plc A jatuh 17,60 persen.
Di sisi lain Polymetal International, perusahaan pertambangan logam mulia, menguat 0,58 persen, satu-satunya yang meraih keuntungan di antara saham-saham unggulan, didorong oleh preferensi investor terhadap aset safe haven emas.
Baca juga: Bursa saham Inggris menguat 0,55 persen
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.